Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2011

SUKA LOKASI

apapun yang terjadi itu harus dimanfaatkan untuk berkarya. Apalagi kasmaran. hehe terinspirasi dari teman saya yang lagi kasmaran, namanya mas wahyu)*. )* nama disamarkan demi keamanan --------- wangi dan senyum mengantar koran di pagi hari mengantar dongeng di malam hari terjuntai sedikit helai keindahan yang mengganggu terus terpandang kicau nyanyian surga "every step you take every words you say and every game you play i'll be watching you" (killing me inside) pernah kugenggam tangannya ku terjatuh dan pingsan sebenarnya.. jiwaku awan berlari di langit selaras sayap bidadari berjatuhan lembut gemericik waterfall empat kilometer airnya merah dan manis rasa strawberry hujan deras di hutan tropis hijau airnya biru... bening rasa blueberry "kurasa ku telah jatuh cinta pada pandangan yang pertama sulit bagiku untuk bisa berhenti mengagumi dirinya" (RAN) barusan kereta menghampiriku mengundangku untuk masuk dan jalan-jalan walaupun aku sudah men-domba tapi aku teta...

Teater Monoplay - LEBUR

Deskripsi : Naskah ini ditulis oleh  Rifky Eko Setiawan , berisi gabungan dari naskah-naskah monoplay saya yang berjudul HOMEBROKEN, AKU MASMU, dan TAK TERSAMPAIKAN. Sugeng. seorang pemuda tampan dan cungkring. sebenarnya dia baik, namun pandangan orang orang tentang musik undergron, tato, dan wall painting membuat dirinya di cap sebagai pria nakal. ayahnya, maarketing director sebuah perusahaan ternama yang super sibuk dan hampir tiap malam tidak pulang, sebenarnya tahu akan kelakuan anaknya. tapi dirinya membiarkannya. ditinggal sendiri tanpa ibunya membuat sugeng menghapus kesepian itu dengan rokok, musik metal, dan juga menggambar. sugeng bangun. ia mengecek hapenya. lalu membuka laptop memainkan musik dari laptopnya. lalu sugeng melanjutkan lukisannya. sambil mengenang kekasihnya, linda. lalu dicarinya surat dari linda untuknya. sugeng berkaca-kaca. waktu itu sugeng sedang mempersiapkan kejutan untuk kekasihnya, linda. hari itu, linda akan pulang, karena stu...

TAK TERSAMPAIKAN

Cerpen pertama saya. hehehe capek juga bikin cerpen. ----------------------------------------------------------------------- Jam menunjukkan pukul 3 pagi "Assalamualaikum..." "PLAAKKKK!!!" salam dibalas tamparan dari ayah Sugeng. Pipi Sugeng memerah marah. Menahan. "Semakin dewasa semakin liar ! Setiap malam kau pulang jam segini.. Mau jadi apa ? Apa kau tak malu dengan ayahmu ini ? Apa yang kau lakukan setiap malam, anak bodoh ?!!" Sugeng tak menjawab. Kini matanya yang memerah marah. Nafas dari mulutnya tersengal-sengal menyebar aroma alkohol kuat, alkohol yang baru saja ditenggaknya sebelum pulang. "PLAKKK !!" tamparan kedua ayah Sugeng setelah mencium bau alkohol "Bagaimana orang tuamu ini ! Bagaimana kelanjutan kuliahmu ?! Masa depanmu ?! kau terus-terusan menyusahkanku ! Ayah yakin kau sudah hidup bersama obat-obatan ! Kau memalukanku Sugeng ! Bodoh !!" Sugeng kembali tak menjawab. Ia berjalan gontai menuju...

Patriot dalam Kesendirian yang Tiada Batas

Naskah ini dibuat oleh teman saya, vokalis band (ROCK IT NOW) dan juga mencintai seni,  AGGA DYWIKA ROBBIANTAMA . Tulisannya sangat lugas dan bagus menurut saya. Silahkan membaca. *** Saat itu bulan purnama datang... menyinari alam desaku yang kucintai... tiba-tiba... Suara komandan berteriak lantang menggema menembus dinginnya alam.... dan diapun berteriak dengan lantang....."KITA HARUS MENGUSIR PARA ANTEK-ANTEK BELANDA" akupun hanya bisa membisu terdiam mendengarkan perintah yang tak bisa kutolak... perang batinpun terjadi dalam hatiku... hanya ada 2 kemungkinan untuk perintah ini... hidup sebagai seorang patriot atau hidup sebagai seorang pecundang... Setelah mendengarkan perintah itu,,kubawa diriku tuk berlari menuju sebuah gubuk reot di pinggir desa... nafasku masih terengah-terngah,kuberanikan diri tuk mengetok pintu kecil yang ada di depan mataku... sebelum aku mengetok pintu itu..tiba2 pintu itu terbuka dengan sendirinya..dan kulihat sebuah paras ayu...

AKU MASMU (Poetry)

Ditemani kopi panas dan lelah punggung karena kursi warung yang tak ada sandarannya, sendiri. *** lalu lalang lampu motor sedikit pusing memandang tajam api rokok menyala lalat-lalat di makanan kemproh menikmati ketidakadilan dan kepul magic jar rindu meneguhkan menegakkan menghambat muara dan tak ingin lagi sedikit pusing merah yang belum sepenuhnya mengalir harapan dan kebebasan seratus delapan puluh derajat tersenyum ingin ia mencari cita-cita terkekeh-kekeh di sebelahnya batuk tua penuh pengalaman adalah arti sebuah cinta satu meter berhadapan pagar kawat tajam dan sulit dindaku sayang biar aku jadi masmu do'amu hangat tiap malam mencuat sebuah dorongannya menggoreskan lupa dalam bolpoin luka senyuman tumpahan kopi aku merindukanmu do'akan aku dalam penerimaan keikhlasan dan kepercayaan saat jagung menua dan dipanen Bismillahirrohmanirrohim

AKU MASMU (Monoplay)

Sedikit kisah tentang sisi lain seorang pahlawan, terinspirasi dari buku karya Ibu Sulistina Sutomo, Bung Tomo Suamiku. Buku karya vokalis Forgotten Addy Gembel, FORGOTTEN - LARAS PERLAYA juga menginspirasi saya menulis naskah monoplay ini. Mohon maaf apabila ada kesalahan. Saya menuliskan cerita ini berdasar fakta yang saya kombinasikan dengan pemikiran imajinatif saya. Surat Bung Tomo pada istrinya adalah fakta, saya kutip dari Buku BUNG TOMO, SUAMIKU karya ibu Sulistina Sutomo. *** You're not alone there is more to this, i know you can make it out you will live to tell (saosin, you're not alone) hidup yang penuh harapan, tapi hilangnya harapan adalah kebebasan ".... Yang benar-benar mengucapkan sampai jumpa, melambaikan hati seperti selembar sapu tangan begitu deras hujan, tak setetespun yang bisa mengenyangkan kerinduan " Forgotten - Laras Perlaya di penjara bawah tanah yang penuh air hitam kotor sangat pekat, bersama bajingan-bajingan ....

BERSAMA SUJIWO TEJO - Titi Kala Mangsa

Wong takon wosing dur angkoro   Antarane riko aku iki Sumebar ron ronaning koro Janji sabar, sabar sak wetoro wektu Kolo mangsane, ni mas Titi kolo mongso Pamujiku dibiso Sinudo kurban jiwanggo Pamungkase kang dur angkoro Titi kolo mongso Saya dengan Om Tejo Kopi dengan Om Tejo

DUNIA SEKARANG

CUMA MEMANDANG BOKONG (Rifky Eko Setiawan)

Dia menari di tengah ilalang melirik keagungan memasamkan getir dalam pangkuan Dia cuma Cuma memandang Dia berlari, namun tak ingin mengejar berpeluh dan tak terpapar letih tak mencuil ikrar Dia hanya Hanya memandang Dia melihat, namun tak terlihat mengkerdip - kerdipkan hasrat mengalih pandang dan tertunduk penat Dia ingin Ingin memandang Dia melindungi, dan tak akan pernah terlindung menciut di bawah selangkang diantara tetesan - tetesan penghinaan Dia sadar Sadar memandang Dia berharap dan tak akan diharapkan pandang Dia meneteskan dan tak ingin terteteskan pandang Dia mendoakan dan tak akan didoakan pandang Dia muliakan dan tak ingin termuliakan pandang Dia memandang dan tak akan terpandang Dia memandang Hanya memandang

CUMA MEMANDANG BOKONG (Marsetio Hariadi)

Beralur, saat Tuhan sesekali menurunkan cintanya kesempatan yang ia raih memuakkan dan ia tak muak dengan itu beralur, lari kecil musang hutan mengiringi sinar yang membutakan tak menghentikan langkah mencari teori yang tak bisa disebut kesesatan beralur memang beralur, seperti detik alunan lagu mengalir pelan Blue sky turning grey like my love and who was gonna save you when i'm gone and who watch over you when i'm gone sedikit nada Alterbridge mewakili sedikit air mata saat melihatnya berpaling kelantangan teks puisi usang mewakili kemauan yang mendalam saat berharap tak ingin ia berpaling api yang tak pernah padam menggenggam tanganku untuk berlari mengejar ketidakpastian ketidakpercayaan yang tak pernah berakhir menyiksa jiwa untuk yang terbaik tak pelak setiap menit menggoreskan luka dengan darah yang terus menetes dari jarinya terseret angin menuju samudera tanpa batas semenit yang sia-sia juga melahirkan janjinya cuma memandang bokong, satu-satunya ternyata

6 FEBRUARI

6 Februari . . Terus tersenyum menahan tangis . . Senyumnya manis , Manis , Namun sakit di hati ini . . 6 Februari . . Deru kereta memaksaku untuk ikhlas . . Terus mencengkeram tanganku menahan tangis . . Tangannya lembut , Lembut , Namun pedih di hati ini . . 6 Februari . . Langkahnya menjauh meninggalkanku . . Terus menatapku menahan tangis . . Tatapannya bening , Bening , Namun duka di hati ini . . 6 Februari . . Aku berpaling dan melambai . . Aku tak berharap kembali . . Harapan menyentakku ! Memelukku dan menangis . . Bisikannya merdu , Merdu , ”Tenang , aku tetap disini untukmu . . . ” Ah . . 6 Februari . .

AROGANSI MUNAFIK

detik kegelapan tak pernah berhenti ribuan raungan melolong menakutkan maksud akan lutut tertekuk otak tertunduk bukan itu yang terjadi sebuah tanda satu lagi alasan menumbuhkan jeritan dalam geraman tertawa dalam kesendirian arogansi munafik terus menerjang lorong hitam penuh ketakutan tapi penuh pula senyum dan kesombongan nurani yang membatu semakin mengerti dan membuang logika bergerak resiko nyawa kenekatan tercampur darah ketakutan tertutup amarah munafik

ANTI - SOSIAL

saya hidup hidup milik saya saya mati kelak mati yang menentukan adalah Tuhan saya bergerak gerak dari otak pemikiran saya tahu surga dan neraka saya tahu matahari tenggelam dimana saya labil labil masih proses saya membakar saya berani saya marah saya tersenyum saya belum butuh belum bukan tidak saya belum butuh belum bukan tidak saya dicaci saya tertawa tertawa akan bodohnya binatang saya punya urusan urusan hanya milik saya saya tak dengar saya tak dengar rintihan saya tak dengar teriakan saya tuli dalam waktu tertentu saya sendiri jujur saya sendiri tidak berbohong saya kini saya

WAKTU BUKAN TAKDIR

sering kali kayu terbakar air bergejolak menenggelamkan kesempatan dan ego membakar menghambat pembuluh darah waktu bukan takdir sebuah keberanian berdiri di mulut jurang mengangkat nama logika menantang yang bernama takdir kata orang tahu dosa jelas tak berani menyalahkan Tuhan tapi lantangnya suara mewakili nalar jahat memaksa untuk mengesampingkan fakta memaksa neraka membuka gerbangnya kata orang waktu bukan takdir kelam saat ingin terang hitam saat ingin putih waktu bukan takdir adalah sebuah cara menggenggamnya mengendalikan, bukan menantang

B(L)ACKGROUND - Copyright

Ketahuilah ia bertanggung jawab walau matahari terbit dari barat walau Tuhan menjadikannya malaikat ketahuilah ia bertanggung jawab Tulisan bukan sampah meski tak berarti Tulisan bukan rongsokan meski tak bernilai tulisan adalah tulisan tulisan adalah muntahan tulisan adalah tulisan adalah hitam mendung yang menyelubung hitam yang menutup hitam yang bukan warna hitam yang terpilih hitam yang ia pilih hitam yang diyakini hitam yang terlihat jahat ia mulai bercerita yang ia ciptakan bukannya tak berarti yang ia ciptakan bukannya tak bernilai ia bukan pujangga yang berpuisi ia datang dari gelap ia terang ia datang dari hitam ia putih ia ingin dicaci ia ingin dimaki ia tak ingin dihargai ia tak ingin dihormati ia bangga terhadapnya blackground blackground blackground black

Art of Treshold

MURSAL (copyright 2011)

Mursal Mursal Pikiran kotor keji tangan kejam membabi buta amarah mata tak terkendali terdorong tergerak setan berkata syair keyakinan telah terhapus harmoni tanduk iblis telah memaku darah hitam darah laknat kilau pedang malaikat menanti hukuman berantai kehidupan setelah mati nirwana surga sudah tertutup taring setan, melebarkan senyuman nirwana surga sudah tertutup taring setan, melebarkan senyuman

TEMBOK SEKRETARIAT TEATER SINKRON

HARI INI ADALAH KEBANGKITAN

Masa lalu, cerita lalu yang menurutmu buruk, sebenarnya tidak buruk cerita itu menyimpan senyum menyimpan kebahagiaan menyimpan segalanya dari orang yang kamu sayangi hari ini, cerita kali ini yang menurutmu memendam amarah dan kesedihan sebenarnya tidak seperti itu cerita hari ini menyimpan kesabaran menyimpan kelapangan hati menyimpan kekuatan! menyimpan semangat! Kesedihan yang kau rasakan tak jauh seperti sebuah api lilin kamu tiup sedikit, api itu akan mati kamu sentuhkan tanganmu, api itu akan menyakitimu kamu pilih mana? kekuatan hati tercipta dari yang terbiasa tangisan manusia punya 2 pilihan kamu menangis dan terus berlarut pada dendam dan rasa tidak terima, kamu akan semakin terpuruk kamu menangis dan mengepal tangan tanda kamu bisa menerobos semua ini, semangatmu akan tersulut api Tuhan akan tersenyum semua disekitarmu akan tersenyum tak hanya senyum tapi juga dukungan api ini akan semakin besar Semangat tercipta dari kemauan dan lingku...

KEBUN TULIP

Aroma rumput yang hijau ditemani angin tidak enak, sedikit gerimis yang mengganggu tapi tak menghentikan langkah kita sore ini tak melepaskan genggaman tangan kita yang seerat ini sembari aku marah "aku benci hujan.. Semua ini menghalangi kita.. " genggamanmu yang semakin erat air matamu yang tak mengerti maksudku aku benci gerimis ini yang aku suka adalah dirimu dirimu dan indah matamu genggamanmu yang semakin erat air matamu yang tenggelam tergantikan oleh senyuman manis kupetik sekuntum keindahan kutatap sebuah keindahan kudengar suara keindahan aku bersama keindahan pandanganku tertuju pada mata yang menyimpan banyak cerita bibirmu yang sedikit terbuka seakan ingin bercerita telingaku yang tak sabar ingin mendengar cerita sore ini kunikmati indahnya cerita, cerita, dan cerita banyak cerita hari mulai gelap senyumku tak kunjung berhenti senyummu tak kunjung habis sekali lagi kupetik sekuntum keindahan kutatap sebuah keindahan kude...

TERTAWA DALAM TANGISAN

Tertusuk pedang dalam setiap kata terperangkap kawat dalam setiap gerak Dunia sudah tua dunia sudah mau kiamat kenapa ini belum terjadi juga ia pun tak ingin ada dendam kesumat ia ingin ini terjadi tapi tak kuasa hatinya bagai bara api tapi ia terbakar tak bisa mengendalikannya dasar anak-anak.... kabut keputus asaan menyelubungi ia melihat banyak fakta yang diingkari kenyataan pagi ini ia tersenyum siang yang terik senyumnya melebar malam yang melolong ia tertawa mulutnya terasa asin -tertawa dalam tangisan- ------------------------------------ only art, not my experience thanks for pras, ruru, basir for my influences

TEATER SINKRON - MONOPLAY "HOMEBROKEN" Photograph

Gambar yang semoga dapat menceritakan kisah HOMEBROKEN. Ingin tahu cerita lengkapnya  klik disini  .

PENGAKUAN DOSA

Sebuah catatan kelam pandangan miring masyarakat busuk tak pernah berfikir dosa anggapan hanya orang lain yang berdosa semua itu benar berkoar menusuk meludah berjalan bersama binatang berteriak ribuan sel merasakan sakit sakit yang menumbuhkan dendam detak jantung setiap nafas merasakan pedih pedih yang menumbuhkan amarah penjara semua kata orang itu benar berkoar menusuk meludah berjalan bersama binatang berteriak pemikiran yang privat kebenaran yang jahat keadilan yang tak tampak protes yang murahan mimpi yang tinggi semua itu benar berkoar menusuk meludah berjalan bersama binatang berteriak Semua itu benar sebuah pengakuan dosa

SEBUAH JANJI

5 Februari 2010 Kau dan aku menengadah langit dan berjanji "aku selalu di sisimu.." tataplah aku "oh Tuhan.. kau anugerah terbaik yang kumiliki.." ijinkan aku memperhatikanmu "kenapa kau menangis ?" Ijinkan aku mengecup keningmu "Tak apa.. aku tetap milikmu.." jangan takut ini hanyalah puisi kau tak akan pergi dariku aku tak akan pergi darimu Ijinkan aku memelukmu erat "simpan cintaku ini, Semampumu.." memahami sedih di hatimu namun yang ada hanya kagumku dalam sesaknya dada benarkah di milikku? tertunduk kristal itu mengalir di pipinya sendu tapi kristal itu indah memahami bahagiamu terhampar ladang rumput luas bersamaan terbitnya matahari "Subuh ini cinta kita bersatu cinta kita bersatu cinta kita bersatu.." Ijinkan aku berbisik kepadamu Rembulan tak boleh tahu "Aku cinta engkau selamanya.."

ELEGI

puisi ini saya ciptakan dulu.. tentang orang yang telah kehilangan orang yang dicintainya .. Jember, 2 Februari 2010 Kau cintaku membawaku terbang mengelilingi wahana di kahyangan dewa cinta pemberi anugerahmu menatap dan tersenyum oh aku menatap langit biru nan indah aku menatap senyummu bahagia tenggelam di lautan lepas nan hening tenggelam oleh air matamu terhempas angin semilir dari utara terhempas auramu aku milikmu kau milikku kau cintaku kini kau hilang tak memandang kasihku di kahyangan dewa cinta pemberi anugerahmu menatap dan menitikkan air mata oh langit biru senyum bahagiamu kini aku tak lagi menatapnya lautan lepas air mata harumu kini aku tak lagi ditenggelamkan olehnya angin semilir auramu kini aku tak lagi merasakan kedatangannya aku tak lagi milikmu kau tak lagi milikku

ANAK BODOH ITU

Gagahnya harimau muda itu Namun tak kuasa membengkokkan jeruji ia ingin menatap belantara ia ingin melihat nirwana ia ingin menghirup surga ia ingin menangis tapi tak bisa Anak itu kesulitan menjalani hidup yang memang harus dijalani hatinya terus berjalan, penuh luka bibirnya memang terjahit namun bisa sedikit terbuka pikirannya salah tapi ia terus memaksa menjauh dari dunia penuh paksaan hewan-hewan tertawa di kejauhan ia merasa lebih bahagia ia bukan budak uang seperti yang menertawakannya Daun kering berserakan di depannya di tatapnya daun itu ia mulai bercerita pelan mulutnya memang terjahit namun bisa sedikit terbuka paling tidak ada yang mendengarnya "Dunia itu luas, Kamu itu kecil, protesmu murahan! protesmu mengandai-andai! Kamu bisa apa untuk merubah dunia ?" Anak itu kembali berjalan ia merasa lebih merdeka ia telah menangis

HOMEBROKEN (Monoplay TEATER SINKRON)

Dalam sebuah kamar yang suram, tergeletak lemas seorang anak bernama Sugeng. Ia terus terdiam memandangi foto ibunya. "ayah, ibu.... apa yang aku dapatkan dari kalian.. ayah mana perhatianmu aku hidup sendiri, aku alone ibu mengapa kau meninggalkanku .. kau biarkan aku di bawah terik matahari kau biarkan aku terkena deras hujan aku harus menyalahkan siapa ? Haruskah aku menyalahkan tuhan ?! Aku menyayangimu ibu .. Tapi aku Membencimu !!!! Belum saatnya kau meninggalkanku ibu!!! Ibu jahat ! Mungkin hanya ini penenangku.. hanya ini yang aku kenal. aku sama sekali tak mengenal orang tuaku.." Dia mengeluarkan Bong, sabu-sabu dan korek api. Ia memandanginya, lalu memakainya terburu-buru. Ini bukan pertama kali Sugeng menggunakan Sabu-sabu. Ketergantungannya pada benda setan itu sudah sangat besar. 10 menit berlalu, entah kenapa sabu-sabu itu tidak membuat Sugeng tenang, malah membuat Sugeng semakin sakau. Ia sulit bernafas, kantong matanya menghitam, badanny...

JENDERAL

Tulisan ini adalah buah karya dari teman saya dari TEATER SINKRON, Ghaib Hairul Pamungkas. Sebilah pedang tersarung di pinggul pistol berjejeran di dekatnya bintang-bintang pun melekat didadanya dirimu bagai batu karang kokoh amat tak tertandingi tak mudah ditumbangkan namun seiring waktu percikan air menetes dari langit biru perlahan melubangi karang itu perlahan hembusan angin menerpa menggoyahkannya percikan air itu membentuk lubang mungil lubang, lubang, lubang perlahan-lahan makin membesar mengikis kokohnya karang itu serta merta semilir angin kencang menghempaskan meluluh lantakkan tak pelak itu yang dirimu rasakan dirimu termakan usia Itulah itulah dirimu jenderal kini engkau tak mampu mengangkat senjata maupun hanya butiran timah keperkasaannya memudar hanya puing puing karang yang tersisa bahkan kawan kawan seperjuangan berpaling menjauh hilang bak ditelan malam oh.. betapa malangnya dirimu jenderal tak jauh beda, dariku

Kamu Tidak Sendirian

Tetes air mata sebuah penyesalan  Terus mengucur seiring berjalannya waktu aku ingin semua tahu rasanya kehilangan kepedihan yang sangat mendalam tak usah takut dia tetap melihatmu tersenyum saat kamu tersenyum menangis saat kamu menangis dia ada di hatimu menemanimu percayalah dandani hatimu milikilah sebuah visi dan misi tak usah muluk-muluk sulit namun kamu harus belajar tanamkanlah "BANGGAKANLAH DIA" Kamu tahu dosa kamu tahu pahala kamu sudah dewasa kamu tahu kamu sudah tahu apa yang harus kamu lakukan hidup masih luas hidupmu masih 10% jadikan itu sebagai bara api sebagai semangat sebagai kemauan untuk maju untuk apa ? kembali ke kata tadi "BANGGAKANLAH DIA" 1 lagi teman teman, aku, ada untuk kamu kau bisa jadikan aku sebagai pengganti sebagai jalan sebagai tumpuan untuk menuju kesuksesan kembali ke kata tadi "BANGGAKANLAH DIA" Ini bukan karya boy, girl ini renungan apalah air mata tak ada guna semua itu...

KONTROBANYAKVERSI

Aku adalah kontroversi apa tidak salah dengar ? bukankah kuping mereka yang mudah terkontroversi Aku adalah kontroversi apa tidak salah ucap ? bukankah mulut mereka yang kontroversial mengutuk "kontroversi" rakyat aku adalah rebellion hahahaha tidak mungkin aku kecil aku jauh aku tak didengar tak mungkin ada sebuah rebellion aku adalah rakyat kaula Salah ! sekecil suaraku tetap kepalkan tangan ke atas untuk rebellion aku adalah pengendali negara benar ! pengendali negara dalam mimpi yang penting aku adalah pengendali negara faktanya, aku adalah kontroversi banyak versi untuk membuktikan itu

SUPERSEMAR DAN KONTROVERSINYA

saya kutip dari asal-usul.com terima kasih banyak SURAT Perintah Sebelas Maret atau Surat Perintah 11 Maret yang disingkat menjadi Supersemar adalah surat perintah yang ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia Soekarno pada tanggal 11 Maret 1966. Surat “sakti” ini berisi perintah yang menginstruksikan Soeharto, selaku Panglima Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban/Pangkopkamtib (saat itu) untuk mengambil segala tindakan yang dianggap perlu dalam mengatasi situasi keamanan yang buruk pada saat itu. PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA SURAT PERINTAH I. Mengingat: 1.1. Tingkatan Revolusi sekarang ini, serta keadaan politik baik nasional maupun Internasional 1.2. Perintah Harian Panglima Tertinggi Angkatan Bersendjata/Presiden/Panglima Besar Revolusi pada tanggal 8 Maret 1966 II. Menimbang: 2.1. Perlu adanja ketenangan dan kestabilan Pemerintahan dan djalannja Revolusi. 2.2. Perlu adanja djaminan keutuhan Pemimpin Besar Revolusi, ABRI dan Rakjat untuk memelihara kepemimp...

PATIENT

Sekelompok merpati menerobos awan mata menatap ke depan penuh mimpi tetes per tetes air yang tak diharapkan hujan ini sebenarnya tidak perlu terjadi hanya  singkat detik jam dinding namun serasa bertahun-tahun inilah hati robot-robot berotak terkendali hati dan Tuhan tak ada yang berakhir sebenarnya hati adalah biang keladi semua ini semua kata yang terukir indah adalah tawa adalah semangat adalah ketulusan dingin malam tadi sudah menciptakan kesungguhan sebuah usapan lembut di bawah rembulan kini senyum melebar saling percaya sini, kemarikan kupingmu aku cepat pulang sayang A group of   doves   broke through   the clouds eyes   staring   ahead   dreamy drop per   drop of water   that is not   expected rain   is actually   unnecessary only   brief   seconds   wall clock but it   seemed   many years this is the   heart controlled -brained   robots heart and ...