Langsung ke konten utama

Teater Monoplay - LEBUR


Deskripsi :
Naskah ini ditulis oleh Rifky Eko Setiawan, berisi gabungan dari naskah-naskah monoplay saya yang berjudul HOMEBROKEN, AKU MASMU, dan TAK TERSAMPAIKAN.


Sugeng. seorang pemuda tampan dan cungkring. sebenarnya dia baik, namun pandangan orang orang tentang musik undergron, tato, dan wall painting membuat dirinya di cap sebagai pria nakal. ayahnya, maarketing director sebuah perusahaan ternama yang super sibuk dan hampir tiap malam tidak pulang, sebenarnya tahu akan kelakuan anaknya. tapi dirinya membiarkannya. ditinggal sendiri tanpa ibunya membuat sugeng menghapus kesepian itu dengan rokok, musik metal, dan juga menggambar.

sugeng bangun. ia mengecek hapenya. lalu membuka laptop memainkan musik dari laptopnya. lalu sugeng melanjutkan lukisannya. sambil mengenang kekasihnya, linda. lalu dicarinya surat dari linda untuknya. sugeng berkaca-kaca.

waktu itu sugeng sedang mempersiapkan kejutan untuk kekasihnya, linda. hari itu, linda akan pulang, karena studinya telah selesai dari australia. sugeng menyiapkan sebuah lukisan wajah linda. namun saat akan menyelesaikan lukisan itu, ayah sugeng pulang dari kantor. beliau marah melihat kelakuan anaknya yang tidak jelas dan semakin menjadi. sugeng hanya diam dan menikmati rokoknya dengan santai. merasa tidak dihargai, ayah sugeng masuk ke dalam rumah.


sejenak kemudian linda datang. namun aneh, kejutan yang dibuat sugeng untuknya, lagu kesayangan linda yang sugeng nyanyikan tidakmembuat bibir manis linda melebar sedikit. semakin sugeng mencoba menghibur, semakin murung muka linda. akhirnya sugeng pemit keluar sebentar untuk membeli sesuatu.

linda mengitari teras rumah sugeng. linda merapikan semua barang yang berserakan disana. lalu linda mengamati lukisan wajahnya yang dilukis sugeng. linda merenung. air matanya berlinang.

lalu ayah sugeng keluar rumah hendak keluar rumah menuju kembali ke kantornya, dia kaget melihat linda yang ada disana. linda memeluk ayah sugeng dan menangis. ayah sugeng menghibur linda. dan mengatakan bahwa secepatnya ia akan menikahi linda.

dan saat linda dan ayah sugeng bermesraan, sugeng datang. betapa remuk hati sugeng melihat kekasihnya bercumbu dengan ayahnya. hingga membuat bunga mawar yang dibawa sugeng jatuh. sugeng masuk ke dalam rumah melewati ayah dan kekasihnya. melihat sugeng, linda langsung melepas pelukannya dengan ayahnya. ayahnya yang bingung lalu mengikuti sugeng ke dalam. linda lemas diluar, bingung apa yang harus dia katakan.

dari dalam rumah terdengar suara sugeng yang membentak bentak ayahnya. sugeng keluar membawa ransel besar berisi pakaiannya. saat melewati linda, linda menarik tangan sugeng. sugeng berusaha melepas dan membentaknya. sugeng muak dengan apa yang linda lakukan padanya. penantian dan kesetiaan yang lama sugeng berikan pada linda dibalas dengan sebuah penghianatan. sugeng mendorong linda hingga jatuh. sugeng pergi dari rumah.

ayah sugeng lalu keluar rumah. menolong linda dan menghiburnya. ayah sugeng menjelek jelekkan sugeng dihadapan linda. lalu telefon di saku ayah sugeng berbunyi. sebuah telefon dari pihak kampus yang mengabarkan bahwa sugeng akan di drop out bila masih saja tidak mengikuti mata kuliah. sedah empat bulan sugeng tak pernah masuk kuliah. ayah sugeng pun geram. dia mencari sugeng dan menyuruh linda pulang.

sugeng ditemukan. melihat anaknya yang sedang sakau membuat ayahnya semakin geram. berulang kali sugeng ditampar oleh ayahnya. hingga pigura ibu sugeng terjatuhdan pecah. melihat pigura pecah, ayah sugeng luluh hatinya melihat foto istrinya dulu. terkenang kisah pahit bagaimana ibu sugeng meninggalkan ayahnya. dan saat ayahnya mengenang, sugeng semakin menjadi. sugeng OD. Mati. sugeng mati dipangkuan ayahnya dan pigura yang dipeluknya.

***

Monoplay ini saya mainkan selama 30.25 menit, dibantu oleh Wahyu Putri Utami sebagai lawan main saya, Alfian "Kipli" Rizal sebagai lawan main saya, Bahtiar Bhaskara dan Agga Dywika sebagai Komposer musik, Susi Sukamti sebagai sie peralatan dan kru lighting, Ulvi Aulia Nafulani sebagai kameramen, dan tanpa Rifky Eko Setiawan (sangat menyedihkan) yang seharusnya menjadi sutradara dan kru lighting dari monoplay ini karena masalah besar yang mendadak menimpanya. Monoplay berjalan lancar walaupun ada sedikit error pada lighting. Personal permainan ini saya persembahkan untuk Rifky, semoga masalahmu cepat selesai, dan terima kasih banyak telah merencanakan sedemikian rupa sehingga monoplay ini bisa berhasil. Terima kasih juga buat para pemain pembantu dan kru, tanpa kalian sya tidak bisa berkarya. SALAM BUDAYA !

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kota Besar

liburan kenaikan kelas lima sama seperti sebelum-sebelumnya setahun sekali naik mobil jalan-jalan ke rumah Pakde Nono di kota besar perjalanan yang melelahkan dan bikin masuk angin karena empat jam lebih jendelanya terbuka lalu pandangku teralihkan dengan megahnya baliho-baliho raksasa yang tidak pernah ada di kotaku bergambar 2 orang kaya pakai baju rapi sedang berjabat tangan ditambah tulisan bahasa inggris berbelit-belit yang tidak kumengerti artinya baliho lain bergambar mobil sedan mengkilap yang tidak pernah kulihat langsung kutebak harganya mahal sekali baliho lainnya lagi, ada yang bergambar makanan enak dengan piring besar ada yang bergambar rumah mewah dan keluarganya sedang bergandengan ada yang bertulisan angka-angka yang rumit dan nama-nama bank ada yang bergambar film-film barat yang perempuannya pakai baju seksi ada yang bergambar mahasiswa-mahasiswa ganteng dan cantik sedang belajar dan aku tidak bosan memandanginya kutebak juga, nantinya mahasiswa pa...

CATCH A NOTHING (Indonesia & English)

Jalan yang panjang gersang hanya dapat kutatap fatamorgana organ tubuh seakan ingin berteriak lantang "aku mau mati, aku mau mati" Tatapan kosong tak kunjung usai Kakiku menyeret tak lagi lurus sekali lagi mereka berteriak "aku mau mati, aku mau mati" kecuali hati Tak mau berhenti, terus memaksa tak mau menyerah, semangat membara Padahal mereka ingin menutup mata ingin lepas dari ini, ingin bahagia kecuali hati Sampai kulihat sesosok bayangan Jarakku 1 kilometer dengannya hati memaksa kaki berjalan terengah-engah berharap disambutnya kukedipkan mata dan mendekat jarakku 2 kilometer dengannya kukedipkan mata dan mendekat jarakku 4 kilometer dengannya menjauh aku mendekat dia menjauh menjauh hingga aku terjatuh dan terbaring Long   road   arid I looked   only be   a mirage organs   of the body   as if to   scream   out loud " I   want to die ,   I   want to die " Blank stares   not end Draggi...

Tulisan Untuk Kawan

kawan, cerita yang membosankan tentang kehilangan mana ada orang yang tidak pernah? jarak adalah bagian dari perjalanan perpisahan adalah bagian dari kehidupan hari-hari lalu, kawan kasih sayang, keputusasaan, pengakuan, ketulusan, kejujuran, dan keberanian tak kurang tapi tak pernah cukup kita mainkan, mengitari tempat dan waktu dalam panggung-panggung kehidupan tiap mimik dan percakapannya berjanji tak akan pernah jauh dari permasalahan jangan dikhianati buku-buku dan kenyataan-kenyataan selalu menanti untuk dipelajari