Langsung ke konten utama

SUKA LOKASI

apapun yang terjadi itu harus dimanfaatkan untuk berkarya. Apalagi kasmaran. hehe
terinspirasi dari teman saya yang lagi kasmaran, namanya mas wahyu)*.

)* nama disamarkan demi keamanan

---------

wangi dan senyum
mengantar koran di pagi hari
mengantar dongeng di malam hari
terjuntai
sedikit helai keindahan
yang mengganggu
terus terpandang
kicau nyanyian surga

"every step you take
every words you say
and every game you play
i'll be watching you"
(killing me inside)

pernah kugenggam tangannya
ku terjatuh dan pingsan
sebenarnya.. jiwaku
awan berlari di langit selaras
sayap bidadari berjatuhan lembut
gemericik waterfall empat kilometer
airnya merah dan manis
rasa strawberry

hujan deras di hutan tropis
hijau
airnya biru... bening
rasa blueberry

"kurasa ku telah jatuh cinta
pada pandangan yang pertama
sulit bagiku untuk bisa
berhenti mengagumi
dirinya"
(RAN)

barusan kereta menghampiriku
mengundangku untuk masuk
dan jalan-jalan
walaupun aku sudah men-domba
tapi aku tetap masih serigala
wangi dan senyum
mengantar susu dan roti di pagi hari
mengantar selimut bantal di malam hari
ini bukan cinta
ini hanya
malu dan takut

ah.. sungguh perjalanan di kereta yang mengesankan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lelucon Pendek di Hamparan Salju

Maaf jelek *** Selamat pagiku untuk malaikat Manis rupamu hari ini Berbaju coklat dan mata yang sayu Semakin manis Pandangan yang tak pernah lepas darimu Melodi yang tak pernah hilang saat kau bicara denganku Parfum pun bisa mengantarku ke dimensi masa lalu Hingga tersenyum dan siap untuk melakukan sesuatu

HOMEBROKEN (Monoplay TEATER SINKRON)

Dalam sebuah kamar yang suram, tergeletak lemas seorang anak bernama Sugeng. Ia terus terdiam memandangi foto ibunya. "ayah, ibu.... apa yang aku dapatkan dari kalian.. ayah mana perhatianmu aku hidup sendiri, aku alone ibu mengapa kau meninggalkanku .. kau biarkan aku di bawah terik matahari kau biarkan aku terkena deras hujan aku harus menyalahkan siapa ? Haruskah aku menyalahkan tuhan ?! Aku menyayangimu ibu .. Tapi aku Membencimu !!!! Belum saatnya kau meninggalkanku ibu!!! Ibu jahat ! Mungkin hanya ini penenangku.. hanya ini yang aku kenal. aku sama sekali tak mengenal orang tuaku.." Dia mengeluarkan Bong, sabu-sabu dan korek api. Ia memandanginya, lalu memakainya terburu-buru. Ini bukan pertama kali Sugeng menggunakan Sabu-sabu. Ketergantungannya pada benda setan itu sudah sangat besar. 10 menit berlalu, entah kenapa sabu-sabu itu tidak membuat Sugeng tenang, malah membuat Sugeng semakin sakau. Ia sulit bernafas, kantong matanya menghitam, badanny...

Buku: Matinya Seorang Penulis Besar - Mario Vargas Llosa

Matinya Seorang Penulis Besar, oleh Mario Vargas Llosa. Disaring dan diterjemahkan  @sastra.alibi . Esai-esai apik, tepat guna sebagai akses menyelami lebih dalam gagasan-karya sastra Amerika Latin yang sudah banyak beredar di toko buku sejak 2005-an (juga kerja Pak Ronny). Wacana yang kita tahu banyak bertemakan perjuangan, bernafaskan perlawanan-pemberontakan terhadap ketidakadilan-kediktatoran. Kalau benar gaya bercerita Vargas Llosa liris dan emosional, itu kuat mendukung tema yang dipaparkan secara detail dan kritis. 'Menjenguk Karl Marx', dalam sepi ia marah-meratap atas perubahan drastis wajah Dean Street, yang dulunya pernah tinggal seorang Marx dalam kondisi kemiskinan ekstrem -juga menjadi momen lahir karya-karyanya- kini menjelma ruang kemewahan yang dituju para borjuis London untuk berfoya-foya. 'Epitaf Untuk Sebuah Perpustakaan', teks keprihatinan mendalam terhadap sikap lembaga negara yang gagal memelihara iklim intelektual-kerja literasi. Horor p...