Tetes air mata sebuah penyesalan
Terus mengucur seiring berjalannya waktu
aku ingin semua tahu rasanya kehilangan
kepedihan yang sangat mendalam
tak usah takut
dia tetap melihatmu
tersenyum saat kamu tersenyum
menangis saat kamu menangis
dia ada di hatimu
menemanimu
percayalah
dandani hatimu
milikilah sebuah visi dan misi
tak usah muluk-muluk
sulit namun kamu harus belajar
tanamkanlah
"BANGGAKANLAH DIA"
Kamu tahu dosa
kamu tahu pahala
kamu sudah dewasa
kamu tahu
kamu sudah tahu
apa yang harus kamu lakukan
hidup masih luas
hidupmu masih 10%
jadikan itu sebagai bara api
sebagai semangat
sebagai kemauan untuk maju
untuk apa ?
kembali ke kata tadi
"BANGGAKANLAH DIA"
1 lagi teman
teman, aku, ada untuk kamu
kau bisa jadikan aku sebagai pengganti
sebagai jalan
sebagai tumpuan
untuk menuju kesuksesan
kembali ke kata tadi
"BANGGAKANLAH DIA"
Ini bukan karya boy, girl
ini renungan
apalah air mata tak ada guna
semua itu kemauan hati
terima kasih
Terus mengucur seiring berjalannya waktu
aku ingin semua tahu rasanya kehilangan
kepedihan yang sangat mendalam
tak usah takut
dia tetap melihatmu
tersenyum saat kamu tersenyum
menangis saat kamu menangis
dia ada di hatimu
menemanimu
percayalah
dandani hatimu
milikilah sebuah visi dan misi
tak usah muluk-muluk
sulit namun kamu harus belajar
tanamkanlah
"BANGGAKANLAH DIA"
Kamu tahu dosa
kamu tahu pahala
kamu sudah dewasa
kamu tahu
kamu sudah tahu
apa yang harus kamu lakukan
hidup masih luas
hidupmu masih 10%
jadikan itu sebagai bara api
sebagai semangat
sebagai kemauan untuk maju
untuk apa ?
kembali ke kata tadi
"BANGGAKANLAH DIA"
1 lagi teman
teman, aku, ada untuk kamu
kau bisa jadikan aku sebagai pengganti
sebagai jalan
sebagai tumpuan
untuk menuju kesuksesan
kembali ke kata tadi
"BANGGAKANLAH DIA"
Ini bukan karya boy, girl
ini renungan
apalah air mata tak ada guna
semua itu kemauan hati
terima kasih
Komentar
Posting Komentar