Langsung ke konten utama

PATIENT

Sekelompok merpati menerobos awan
mata menatap ke depan penuh mimpi
tetes per tetes air yang tak diharapkan
hujan ini sebenarnya tidak perlu terjadi

hanya  singkat detik jam dinding
namun serasa bertahun-tahun
inilah hati
robot-robot berotak terkendali
hati dan Tuhan
tak ada yang berakhir sebenarnya
hati adalah biang keladi semua ini

semua kata yang terukir indah
adalah tawa
adalah semangat
adalah ketulusan

dingin malam tadi sudah menciptakan kesungguhan
sebuah usapan lembut di bawah rembulan
kini senyum melebar saling percaya
sini, kemarikan kupingmu
aku cepat pulang sayang


A group of doves broke through the clouds
eyes staring ahead dreamy
drop per drop of water that is not expected
rain is actually unnecessary

only brief seconds wall clock
but it seemed many years
this is the heart
controlled-brained robots
heart and God
there is no real ending
the liver is the culprit of all this

all the words are beautifully engraved
is laughter
is the spirit
is sincerity

cold nights had been created seriousness
a gentle sweep under the moon
now smile widened mutual trust
here, c'mon your ears
I  will comeback dear

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Klakson

     Dugaanmu cerita singkat ini mendeskripsikan penderitaan hidup di kota dan berakhir begitu-begitu saja. Tunggu. Kau harus baca. Aku akan memulainya dengan antrian panjang kendaraan para pekerja yang ingin segera pulang di lampu merah. Lampu merah yang beberapa waktu setelahnya berubah menjadi hijau tapi antrian tidak bergerak sebab dihentikan polisi dan mobil pejabat yang akan segera lewat dari jalan lainnya. Itu-itu saja? Ya, itu-itu saja. Aku berulang mengalaminya dan merasa kesal tidak dapat melakukan apa-apa. Rasa kesal yang kemudian menjadi berlipat-lipat mengetahui orang-orang juga tidak dapat melakukan apa-apa, atau malah terkesan tidak ingin sebab ekspresi mereka menunjukkan seakan tidak sedang terjadi apa-apa.      Tapi tidak, petang itu. Dari jalan Ciliwung, lampu merah berubah jadi hijau. Antrian kendaraan tidak bergerak, tapi mesinnya menderu-deru. Tiga polisi menghentikannya, mengayun-ayunkan stick berlampu. Jelas mobil pejabat akan lewat. ...

Mata

Hei, Aku mencinta pada hal-hal sederhana Melihatmu menyelipkan rambut di belakang telinga karena khawatir tampak tidak cukup rapi Ah, akupun juga khawatir tulisan ini sama sekali tidak membawa arti Aku mencinta pada hal-hal sederhana Melihatmu berkenalan dengan anak kucing sambil mengomel tentang mahasiswa-mahasiswa yang begitu mencintai dirinya sendiri

Jangan Menangis, Adikku

adikku, aku pernah menceritakan padamu tentang laki-laki yang bekerja dalam dendamnya tawa dan keikhlasan menggantikan tangisnya bertindak begitu bijaksana dalam amarahnya dan kau mengaguminya aku pernah menceritakan padamu tentang perumpamaan-perumpamaan bagus milik sajak penyair besar tentang semua laku kehidupan yang saling berhubungan dan kau terus mempertanyakannya ingatkah kau adikku, aku pernah menceritakan padamu tentang buku-buku yang mengantar kita lintas waktu dan peristiwa yang memberi tahu tentang kejujuran, kekuatan, dan keberanian yang memberi tahu tentang kenyataan dan tragedi yang memberitahu bahwa kita bukan siapa-siapa bahwa kita manusia kecil yang tidak tahu apa-apa dan kau mengajakku untuk berbicara masa depan