Ditemani kopi panas dan lelah punggung karena kursi warung yang tak ada sandarannya, sendiri.
***
lalu lalang lampu motor
sedikit pusing
memandang tajam api rokok menyala
lalat-lalat di makanan kemproh
menikmati ketidakadilan dan kepul magic jar
rindu
meneguhkan
menegakkan
menghambat muara dan tak ingin lagi
sedikit pusing
merah yang belum sepenuhnya mengalir
harapan dan kebebasan
seratus delapan puluh derajat
tersenyum
ingin ia mencari cita-cita
terkekeh-kekeh di sebelahnya
batuk tua penuh pengalaman
adalah arti sebuah cinta
satu meter berhadapan pagar kawat
tajam dan sulit
dindaku sayang
biar aku jadi masmu
do'amu hangat tiap malam
mencuat
sebuah dorongannya
menggoreskan lupa dalam bolpoin
luka senyuman
tumpahan kopi
aku merindukanmu
do'akan aku dalam penerimaan
keikhlasan dan kepercayaan
saat jagung menua dan dipanen
Bismillahirrohmanirrohim
Komentar
Posting Komentar