detik kegelapan tak pernah berhenti
ribuan raungan melolong menakutkan
maksud akan lutut tertekuk
otak tertunduk
bukan itu yang terjadi
sebuah tanda satu lagi alasan
menumbuhkan jeritan dalam geraman
tertawa dalam kesendirian
arogansi munafik
terus menerjang lorong hitam
penuh ketakutan
tapi penuh pula senyum dan kesombongan
nurani yang membatu
semakin mengerti dan membuang logika
bergerak resiko nyawa
kenekatan tercampur darah
ketakutan tertutup amarah
munafik
ribuan raungan melolong menakutkan
maksud akan lutut tertekuk
otak tertunduk
bukan itu yang terjadi
sebuah tanda satu lagi alasan
menumbuhkan jeritan dalam geraman
tertawa dalam kesendirian
arogansi munafik
terus menerjang lorong hitam
penuh ketakutan
tapi penuh pula senyum dan kesombongan
nurani yang membatu
semakin mengerti dan membuang logika
bergerak resiko nyawa
kenekatan tercampur darah
ketakutan tertutup amarah
munafik
Komentar
Posting Komentar