Langsung ke konten utama

SEBUAH JANJI

5 Februari 2010

Kau dan aku
menengadah langit dan berjanji
"aku selalu di sisimu.."
tataplah aku
"oh Tuhan.. kau anugerah terbaik yang kumiliki.."
ijinkan aku memperhatikanmu
"kenapa kau menangis ?"
Ijinkan aku mengecup keningmu
"Tak apa.. aku tetap milikmu.."

jangan takut
ini hanyalah puisi
kau tak akan pergi dariku
aku tak akan pergi darimu
Ijinkan aku memelukmu erat
"simpan cintaku ini, Semampumu.."

memahami sedih di hatimu
namun yang ada hanya kagumku dalam sesaknya dada
benarkah di milikku? tertunduk
kristal itu mengalir di pipinya
sendu
tapi kristal itu indah

memahami bahagiamu
terhampar ladang rumput luas bersamaan terbitnya matahari
"Subuh ini cinta kita bersatu
cinta kita bersatu
cinta kita bersatu.."
Ijinkan aku berbisik kepadamu
Rembulan tak boleh tahu
"Aku cinta engkau selamanya.."


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Klakson

     Dugaanmu cerita singkat ini mendeskripsikan penderitaan hidup di kota dan berakhir begitu-begitu saja. Tunggu. Kau harus baca. Aku akan memulainya dengan antrian panjang kendaraan para pekerja yang ingin segera pulang di lampu merah. Lampu merah yang beberapa waktu setelahnya berubah menjadi hijau tapi antrian tidak bergerak sebab dihentikan polisi dan mobil pejabat yang akan segera lewat dari jalan lainnya. Itu-itu saja? Ya, itu-itu saja. Aku berulang mengalaminya dan merasa kesal tidak dapat melakukan apa-apa. Rasa kesal yang kemudian menjadi berlipat-lipat mengetahui orang-orang juga tidak dapat melakukan apa-apa, atau malah terkesan tidak ingin sebab ekspresi mereka menunjukkan seakan tidak sedang terjadi apa-apa.      Tapi tidak, petang itu. Dari jalan Ciliwung, lampu merah berubah jadi hijau. Antrian kendaraan tidak bergerak, tapi mesinnya menderu-deru. Tiga polisi menghentikannya, mengayun-ayunkan stick berlampu. Jelas mobil pejabat akan lewat. ...

Mata

Hei, Aku mencinta pada hal-hal sederhana Melihatmu menyelipkan rambut di belakang telinga karena khawatir tampak tidak cukup rapi Ah, akupun juga khawatir tulisan ini sama sekali tidak membawa arti Aku mencinta pada hal-hal sederhana Melihatmu berkenalan dengan anak kucing sambil mengomel tentang mahasiswa-mahasiswa yang begitu mencintai dirinya sendiri

Jangan Menangis, Adikku

adikku, aku pernah menceritakan padamu tentang laki-laki yang bekerja dalam dendamnya tawa dan keikhlasan menggantikan tangisnya bertindak begitu bijaksana dalam amarahnya dan kau mengaguminya aku pernah menceritakan padamu tentang perumpamaan-perumpamaan bagus milik sajak penyair besar tentang semua laku kehidupan yang saling berhubungan dan kau terus mempertanyakannya ingatkah kau adikku, aku pernah menceritakan padamu tentang buku-buku yang mengantar kita lintas waktu dan peristiwa yang memberi tahu tentang kejujuran, kekuatan, dan keberanian yang memberi tahu tentang kenyataan dan tragedi yang memberitahu bahwa kita bukan siapa-siapa bahwa kita manusia kecil yang tidak tahu apa-apa dan kau mengajakku untuk berbicara masa depan