Langsung ke konten utama

Postingan

Mata

Hei, Aku mencinta pada hal-hal sederhana Melihatmu menyelipkan rambut di belakang telinga karena khawatir tampak tidak cukup rapi Ah, akupun juga khawatir tulisan ini sama sekali tidak membawa arti Aku mencinta pada hal-hal sederhana Melihatmu berkenalan dengan anak kucing sambil mengomel tentang mahasiswa-mahasiswa yang begitu mencintai dirinya sendiri

Jangan Menangis, Adikku

adikku, aku pernah menceritakan padamu tentang laki-laki yang bekerja dalam dendamnya tawa dan keikhlasan menggantikan tangisnya bertindak begitu bijaksana dalam amarahnya dan kau mengaguminya aku pernah menceritakan padamu tentang perumpamaan-perumpamaan bagus milik sajak penyair besar tentang semua laku kehidupan yang saling berhubungan dan kau terus mempertanyakannya ingatkah kau adikku, aku pernah menceritakan padamu tentang buku-buku yang mengantar kita lintas waktu dan peristiwa yang memberi tahu tentang kejujuran, kekuatan, dan keberanian yang memberi tahu tentang kenyataan dan tragedi yang memberitahu bahwa kita bukan siapa-siapa bahwa kita manusia kecil yang tidak tahu apa-apa dan kau mengajakku untuk berbicara masa depan

Penyair Zaman

Aku ingin jadi penyair aku tanya pada guru bahasa indonesia yang aku senangi karena bicaranya sedikit, tapi banyak ilmunya katanya, jika aku ingin menuliskan aku harus pandai menyaksikan kemudian aku menyaksikan mereka yang muda amat praktis menangis pada televisi dan layar raksasa ketika seorang tua tersenyum bahagia setelah memberi separuh makanannya pada anak kucing yang kurus kering aku menyaksikan doa dan gelak tawa bergantian suaranya dari keluarga berjumlah sembilan yang sedang berbagi mi instan ketika keluarga lain terus menumpuk makanan sampai busuk terus bicara sampai berbusa tentang putra putri mereka harus jadi apa

Dari Jendela Kereta Aku Melihat Monster

dari surabaya kutempuh jember dengan kereta aku tidak bosan selalu gagah usia tidak mengurangi lajunya dalam kepastian dia meraung-raung aku, supir, dokter, mahasiswa, pejabat yang selalu terburu-buru, polisi, mobil bagus, mobil Jelek, hormat padanya aku mengantuk dan kusandarkan kepala ke jendela kubaca di HP berita orang-orang yang katanya membela Tuhan sepengetahuanku mereka beriman pada atasan lucu, tapi membosankan

Kancing

kancing seragamku lepas tersangkut pagar saat mengejar layang-layang sepulang sekolah malamnya ibu mengomel sambil menjahit anak itu  sok jagoan di sekolah aku ini sama-sama mlarat dengannya, kok dipalak kutolak memberi uang, aku didorong kupukul dia di perutnya karena aku kecil dia balas pukul ke mukaku, hidungku berdarah, aku terlempar ke tumpukan bangku belakang kelas kancing seragamku lepas aku lari pulang, menangis pada ibu katanya, jangan menangis, jangan menangis malamnya ibu mengomel sambil menjahit

Cinta Melulu

Assalamualaikum Wr. Wb Terinspirasi dari sajak Bapak WS. Rendra, Sajak Seonggok Jagung, lalu tertulislah ini. Monggo, semoga bermanfaat. *** namanya Sugeng ayah ibunya guru berpenghasilan kecil adik-adiknya banyak tiap malam tangannya memegang rokok jika sendiri ia bersyukur dan mencari arti jika bersama kawan ia bersyukur, bersamaan dengan pembicaraan berarti "Bagaimana belajarmu? rasanya buku-buku itu semakin membuatku takut pada kenyataan

Aku Ingin Kecil Lagi

Assalamualaikum Wr. Wb Banyak sekali hal-hal yang saya dapat dalam kurun waktu beberapa bulan ini. Dan saatnya mulai belajar lagi, sebagai manusia yang sekecil-kecilnya dibanding ciptaan Tuhan yang lain. Semoga bermanfaat. *** Didepan layar kaca di koran-koran Melihat tentang mereka mereka yang berjuang dibunuh lalu masihkah manusia berakal mengharamkan pembunuhan? masihkah manusia berakal membohongi diri sendiri untuk haram bicara dendam Melihat manusia-manusia sedang berperang saudara dengan saudara saling serang kebenaran dengan kebenaran saling lawan

Memburu Jawab

dada begitu sesak kini begitu melihat atau mendengar namamu Syafira sosok wanita yang hadir dalam aku aku mengenalnya aku berbicara dengannya dan tak berpaling mata dan rambutnya indah aku persingkat perjalanan panjang ini disitu aku terjatuh menyakiti dan menangis

Gerimis di Yogyakarta

karya pribadi Assalamualaikum sebagai pembuka, tulisan ini saya buat setelah berjalan-jalan di Yogya beberapa minggu lalu dan berimajinasi. Hehe Sama seperti sebelumnya, barisan konotasi agar sedikit indah, makna yang tidak begitu dalam, tapi memang tujuannya hanyalah menyampaikan pesan. Selamat  menikmati ***  15.55 Hujan tak menghentikan laju kereta yang menderu deru cepat dan dingin seakan sudah terbiasa mereka punya tujuan tanggung jawab tak pernah lupa mungkin mereka anggap hidup ini adalah pembuktian butiran air di jendela mengalir perlahan mengingatkannya tentang...

Berlayar Menuju Sunrise Kedua

http://www.kreavi.com/project/34683/Berlayar-Menuju-Sunrise tak pernah ada hubungannya dengan berlayar menuju sunrise lagi-lagi dia begini tapi asal tahu saja semua ini baru dia sadari duduk, menatap mata, bicara menyakiti sakit hati tersenyum dan memilah