Langsung ke konten utama

Memburu Jawab




dada begitu sesak kini
begitu melihat atau mendengar namamu Syafira
sosok wanita yang hadir dalam aku
aku mengenalnya
aku berbicara dengannya dan tak berpaling
mata dan rambutnya indah
aku persingkat perjalanan panjang ini
disitu aku terjatuh
menyakiti dan menangis
bekerja dan bermimpi
lalu malam itu aku bersamanya
esoknya aku bersamanya
aku terus berbicara bersamanya
tiap bulan libur aku bersamanya
sampai ia katakan semua lelaki adalah bajingan
sampai aku katakan dirinya adalah bajingan

mungkin setahun berlalu
hidupku memang begini
hidup kalian memang begini
begini begitu
bukan transparan memaksa memburu jawab
bukan sesuatu yang dimengerti
tidak dihargai
tidak dinikmati
berakhir sesal dan rindu hari kemarin
karena manusia sekarang tidak menanti
tidak merasa baik
tidak menerjemahkan kata mengerti dalam berbagai arti
dikalahkan nafsu
nafsu yang mengalahkan diam

esok aku akan sedikit atau
benar benar kecewa melihatnya berubah
tapi aku harus tersadar
aku yang merubahnya

Marsetio Hariadi, 2 April 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Klakson

     Dugaanmu cerita singkat ini mendeskripsikan penderitaan hidup di kota dan berakhir begitu-begitu saja. Tunggu. Kau harus baca. Aku akan memulainya dengan antrian panjang kendaraan para pekerja yang ingin segera pulang di lampu merah. Lampu merah yang beberapa waktu setelahnya berubah menjadi hijau tapi antrian tidak bergerak sebab dihentikan polisi dan mobil pejabat yang akan segera lewat dari jalan lainnya. Itu-itu saja? Ya, itu-itu saja. Aku berulang mengalaminya dan merasa kesal tidak dapat melakukan apa-apa. Rasa kesal yang kemudian menjadi berlipat-lipat mengetahui orang-orang juga tidak dapat melakukan apa-apa, atau malah terkesan tidak ingin sebab ekspresi mereka menunjukkan seakan tidak sedang terjadi apa-apa.      Tapi tidak, petang itu. Dari jalan Ciliwung, lampu merah berubah jadi hijau. Antrian kendaraan tidak bergerak, tapi mesinnya menderu-deru. Tiga polisi menghentikannya, mengayun-ayunkan stick berlampu. Jelas mobil pejabat akan lewat. ...

Mata

Hei, Aku mencinta pada hal-hal sederhana Melihatmu menyelipkan rambut di belakang telinga karena khawatir tampak tidak cukup rapi Ah, akupun juga khawatir tulisan ini sama sekali tidak membawa arti Aku mencinta pada hal-hal sederhana Melihatmu berkenalan dengan anak kucing sambil mengomel tentang mahasiswa-mahasiswa yang begitu mencintai dirinya sendiri

Jangan Menangis, Adikku

adikku, aku pernah menceritakan padamu tentang laki-laki yang bekerja dalam dendamnya tawa dan keikhlasan menggantikan tangisnya bertindak begitu bijaksana dalam amarahnya dan kau mengaguminya aku pernah menceritakan padamu tentang perumpamaan-perumpamaan bagus milik sajak penyair besar tentang semua laku kehidupan yang saling berhubungan dan kau terus mempertanyakannya ingatkah kau adikku, aku pernah menceritakan padamu tentang buku-buku yang mengantar kita lintas waktu dan peristiwa yang memberi tahu tentang kejujuran, kekuatan, dan keberanian yang memberi tahu tentang kenyataan dan tragedi yang memberitahu bahwa kita bukan siapa-siapa bahwa kita manusia kecil yang tidak tahu apa-apa dan kau mengajakku untuk berbicara masa depan