Langsung ke konten utama

Postingan

SEBUAH JANJI

5 Februari 2010 Kau dan aku menengadah langit dan berjanji "aku selalu di sisimu.." tataplah aku "oh Tuhan.. kau anugerah terbaik yang kumiliki.." ijinkan aku memperhatikanmu "kenapa kau menangis ?" Ijinkan aku mengecup keningmu "Tak apa.. aku tetap milikmu.." jangan takut ini hanyalah puisi kau tak akan pergi dariku aku tak akan pergi darimu Ijinkan aku memelukmu erat "simpan cintaku ini, Semampumu.." memahami sedih di hatimu namun yang ada hanya kagumku dalam sesaknya dada benarkah di milikku? tertunduk kristal itu mengalir di pipinya sendu tapi kristal itu indah memahami bahagiamu terhampar ladang rumput luas bersamaan terbitnya matahari "Subuh ini cinta kita bersatu cinta kita bersatu cinta kita bersatu.." Ijinkan aku berbisik kepadamu Rembulan tak boleh tahu "Aku cinta engkau selamanya.."

ELEGI

puisi ini saya ciptakan dulu.. tentang orang yang telah kehilangan orang yang dicintainya .. Jember, 2 Februari 2010 Kau cintaku membawaku terbang mengelilingi wahana di kahyangan dewa cinta pemberi anugerahmu menatap dan tersenyum oh aku menatap langit biru nan indah aku menatap senyummu bahagia tenggelam di lautan lepas nan hening tenggelam oleh air matamu terhempas angin semilir dari utara terhempas auramu aku milikmu kau milikku kau cintaku kini kau hilang tak memandang kasihku di kahyangan dewa cinta pemberi anugerahmu menatap dan menitikkan air mata oh langit biru senyum bahagiamu kini aku tak lagi menatapnya lautan lepas air mata harumu kini aku tak lagi ditenggelamkan olehnya angin semilir auramu kini aku tak lagi merasakan kedatangannya aku tak lagi milikmu kau tak lagi milikku

ANAK BODOH ITU

Gagahnya harimau muda itu Namun tak kuasa membengkokkan jeruji ia ingin menatap belantara ia ingin melihat nirwana ia ingin menghirup surga ia ingin menangis tapi tak bisa Anak itu kesulitan menjalani hidup yang memang harus dijalani hatinya terus berjalan, penuh luka bibirnya memang terjahit namun bisa sedikit terbuka pikirannya salah tapi ia terus memaksa menjauh dari dunia penuh paksaan hewan-hewan tertawa di kejauhan ia merasa lebih bahagia ia bukan budak uang seperti yang menertawakannya Daun kering berserakan di depannya di tatapnya daun itu ia mulai bercerita pelan mulutnya memang terjahit namun bisa sedikit terbuka paling tidak ada yang mendengarnya "Dunia itu luas, Kamu itu kecil, protesmu murahan! protesmu mengandai-andai! Kamu bisa apa untuk merubah dunia ?" Anak itu kembali berjalan ia merasa lebih merdeka ia telah menangis

HOMEBROKEN (Monoplay TEATER SINKRON)

Dalam sebuah kamar yang suram, tergeletak lemas seorang anak bernama Sugeng. Ia terus terdiam memandangi foto ibunya. "ayah, ibu.... apa yang aku dapatkan dari kalian.. ayah mana perhatianmu aku hidup sendiri, aku alone ibu mengapa kau meninggalkanku .. kau biarkan aku di bawah terik matahari kau biarkan aku terkena deras hujan aku harus menyalahkan siapa ? Haruskah aku menyalahkan tuhan ?! Aku menyayangimu ibu .. Tapi aku Membencimu !!!! Belum saatnya kau meninggalkanku ibu!!! Ibu jahat ! Mungkin hanya ini penenangku.. hanya ini yang aku kenal. aku sama sekali tak mengenal orang tuaku.." Dia mengeluarkan Bong, sabu-sabu dan korek api. Ia memandanginya, lalu memakainya terburu-buru. Ini bukan pertama kali Sugeng menggunakan Sabu-sabu. Ketergantungannya pada benda setan itu sudah sangat besar. 10 menit berlalu, entah kenapa sabu-sabu itu tidak membuat Sugeng tenang, malah membuat Sugeng semakin sakau. Ia sulit bernafas, kantong matanya menghitam, badanny...

JENDERAL

Tulisan ini adalah buah karya dari teman saya dari TEATER SINKRON, Ghaib Hairul Pamungkas. Sebilah pedang tersarung di pinggul pistol berjejeran di dekatnya bintang-bintang pun melekat didadanya dirimu bagai batu karang kokoh amat tak tertandingi tak mudah ditumbangkan namun seiring waktu percikan air menetes dari langit biru perlahan melubangi karang itu perlahan hembusan angin menerpa menggoyahkannya percikan air itu membentuk lubang mungil lubang, lubang, lubang perlahan-lahan makin membesar mengikis kokohnya karang itu serta merta semilir angin kencang menghempaskan meluluh lantakkan tak pelak itu yang dirimu rasakan dirimu termakan usia Itulah itulah dirimu jenderal kini engkau tak mampu mengangkat senjata maupun hanya butiran timah keperkasaannya memudar hanya puing puing karang yang tersisa bahkan kawan kawan seperjuangan berpaling menjauh hilang bak ditelan malam oh.. betapa malangnya dirimu jenderal tak jauh beda, dariku

Kamu Tidak Sendirian

Tetes air mata sebuah penyesalan  Terus mengucur seiring berjalannya waktu aku ingin semua tahu rasanya kehilangan kepedihan yang sangat mendalam tak usah takut dia tetap melihatmu tersenyum saat kamu tersenyum menangis saat kamu menangis dia ada di hatimu menemanimu percayalah dandani hatimu milikilah sebuah visi dan misi tak usah muluk-muluk sulit namun kamu harus belajar tanamkanlah "BANGGAKANLAH DIA" Kamu tahu dosa kamu tahu pahala kamu sudah dewasa kamu tahu kamu sudah tahu apa yang harus kamu lakukan hidup masih luas hidupmu masih 10% jadikan itu sebagai bara api sebagai semangat sebagai kemauan untuk maju untuk apa ? kembali ke kata tadi "BANGGAKANLAH DIA" 1 lagi teman teman, aku, ada untuk kamu kau bisa jadikan aku sebagai pengganti sebagai jalan sebagai tumpuan untuk menuju kesuksesan kembali ke kata tadi "BANGGAKANLAH DIA" Ini bukan karya boy, girl ini renungan apalah air mata tak ada guna semua itu...

KONTROBANYAKVERSI

Aku adalah kontroversi apa tidak salah dengar ? bukankah kuping mereka yang mudah terkontroversi Aku adalah kontroversi apa tidak salah ucap ? bukankah mulut mereka yang kontroversial mengutuk "kontroversi" rakyat aku adalah rebellion hahahaha tidak mungkin aku kecil aku jauh aku tak didengar tak mungkin ada sebuah rebellion aku adalah rakyat kaula Salah ! sekecil suaraku tetap kepalkan tangan ke atas untuk rebellion aku adalah pengendali negara benar ! pengendali negara dalam mimpi yang penting aku adalah pengendali negara faktanya, aku adalah kontroversi banyak versi untuk membuktikan itu

SUPERSEMAR DAN KONTROVERSINYA

saya kutip dari asal-usul.com terima kasih banyak SURAT Perintah Sebelas Maret atau Surat Perintah 11 Maret yang disingkat menjadi Supersemar adalah surat perintah yang ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia Soekarno pada tanggal 11 Maret 1966. Surat “sakti” ini berisi perintah yang menginstruksikan Soeharto, selaku Panglima Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban/Pangkopkamtib (saat itu) untuk mengambil segala tindakan yang dianggap perlu dalam mengatasi situasi keamanan yang buruk pada saat itu. PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA SURAT PERINTAH I. Mengingat: 1.1. Tingkatan Revolusi sekarang ini, serta keadaan politik baik nasional maupun Internasional 1.2. Perintah Harian Panglima Tertinggi Angkatan Bersendjata/Presiden/Panglima Besar Revolusi pada tanggal 8 Maret 1966 II. Menimbang: 2.1. Perlu adanja ketenangan dan kestabilan Pemerintahan dan djalannja Revolusi. 2.2. Perlu adanja djaminan keutuhan Pemimpin Besar Revolusi, ABRI dan Rakjat untuk memelihara kepemimp...

PATIENT

Sekelompok merpati menerobos awan mata menatap ke depan penuh mimpi tetes per tetes air yang tak diharapkan hujan ini sebenarnya tidak perlu terjadi hanya  singkat detik jam dinding namun serasa bertahun-tahun inilah hati robot-robot berotak terkendali hati dan Tuhan tak ada yang berakhir sebenarnya hati adalah biang keladi semua ini semua kata yang terukir indah adalah tawa adalah semangat adalah ketulusan dingin malam tadi sudah menciptakan kesungguhan sebuah usapan lembut di bawah rembulan kini senyum melebar saling percaya sini, kemarikan kupingmu aku cepat pulang sayang A group of   doves   broke through   the clouds eyes   staring   ahead   dreamy drop per   drop of water   that is not   expected rain   is actually   unnecessary only   brief   seconds   wall clock but it   seemed   many years this is the   heart controlled -brained   robots heart and ...

CATCH A NOTHING (Indonesia & English)

Jalan yang panjang gersang hanya dapat kutatap fatamorgana organ tubuh seakan ingin berteriak lantang "aku mau mati, aku mau mati" Tatapan kosong tak kunjung usai Kakiku menyeret tak lagi lurus sekali lagi mereka berteriak "aku mau mati, aku mau mati" kecuali hati Tak mau berhenti, terus memaksa tak mau menyerah, semangat membara Padahal mereka ingin menutup mata ingin lepas dari ini, ingin bahagia kecuali hati Sampai kulihat sesosok bayangan Jarakku 1 kilometer dengannya hati memaksa kaki berjalan terengah-engah berharap disambutnya kukedipkan mata dan mendekat jarakku 2 kilometer dengannya kukedipkan mata dan mendekat jarakku 4 kilometer dengannya menjauh aku mendekat dia menjauh menjauh hingga aku terjatuh dan terbaring Long   road   arid I looked   only be   a mirage organs   of the body   as if to   scream   out loud " I   want to die ,   I   want to die " Blank stares   not end Draggi...