Langsung ke konten utama

CATCH A NOTHING (Indonesia & English)

Jalan yang panjang gersang
hanya dapat kutatap fatamorgana
organ tubuh seakan ingin berteriak lantang
"aku mau mati, aku mau mati"

Tatapan kosong tak kunjung usai
Kakiku menyeret tak lagi lurus
sekali lagi mereka berteriak
"aku mau mati, aku mau mati"
kecuali hati

Tak mau berhenti, terus memaksa
tak mau menyerah, semangat membara
Padahal mereka ingin menutup mata
ingin lepas dari ini, ingin bahagia
kecuali hati

Sampai kulihat sesosok bayangan
Jarakku 1 kilometer dengannya
hati memaksa kaki berjalan
terengah-engah berharap disambutnya

kukedipkan mata dan mendekat
jarakku 2 kilometer dengannya
kukedipkan mata dan mendekat
jarakku 4 kilometer dengannya
menjauh
aku mendekat dia menjauh
menjauh

hingga aku terjatuh dan terbaring

Long road arid
I looked only be a mirage
organs of the body as if to scream out loud
"I want to die, I want to die"

Blank stares not end
Dragging my feet no longer straight
once again they shouted
"I want to die, I want to die"
except heart

Not wanting to stop, continue to force
would not give up, burning passion
And they want to close their eyes
want out of this, want to be happy
except heart

Until I saw a shadowy figure
my Distance of 1 kilometer with her
forcing the heart to walk away
breathlessly hoping welcome

blink your eyes and approaching
my distance of two miles with her
blink your eyes and approaching
my distance of 4 kilometers with her
away
I approached she away
away

until I fell and lay

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Klakson

     Dugaanmu cerita singkat ini mendeskripsikan penderitaan hidup di kota dan berakhir begitu-begitu saja. Tunggu. Kau harus baca. Aku akan memulainya dengan antrian panjang kendaraan para pekerja yang ingin segera pulang di lampu merah. Lampu merah yang beberapa waktu setelahnya berubah menjadi hijau tapi antrian tidak bergerak sebab dihentikan polisi dan mobil pejabat yang akan segera lewat dari jalan lainnya. Itu-itu saja? Ya, itu-itu saja. Aku berulang mengalaminya dan merasa kesal tidak dapat melakukan apa-apa. Rasa kesal yang kemudian menjadi berlipat-lipat mengetahui orang-orang juga tidak dapat melakukan apa-apa, atau malah terkesan tidak ingin sebab ekspresi mereka menunjukkan seakan tidak sedang terjadi apa-apa.      Tapi tidak, petang itu. Dari jalan Ciliwung, lampu merah berubah jadi hijau. Antrian kendaraan tidak bergerak, tapi mesinnya menderu-deru. Tiga polisi menghentikannya, mengayun-ayunkan stick berlampu. Jelas mobil pejabat akan lewat. ...

Buku: Kukila - M Aan Mansyur

"Brengsek!", kataku usai membaca 'Aku Selalu Bangun Lebih Pagi'. Aku berhadapan lagi dengan karangan Aan, yang memang seringkali membuatku mengumpat. Gejolak masa muda, ciuman, perselingkuhan, pulang kampung saat lebaran, dan kisah sederhana-rumit-dewasa lain ada dalam kumcer Kukila. Begitu harmonis perpaduan antara; tema aktual yang diusung, unsur kedaerahan Aan, cerita yang pilu (atau lucu, atau brengsek, atau mengejutkan), dan jalinan kata mind-blowing khas Aan. Tidak jarang pula ceritanya memaksaku merenung atau berdiskusi dengan diri sendiri, menghasilkan kesadaran dan upaya memahami, menghindari penilaian-penilaian. Menjadi sorotan utama kumcer ini, cerpen Kukila itu sendiri. Memakan puluhan halaman di awal, jauh lebih panjang dari 15 cerpen lainnya. Cerita cinta penuh misteri dan kejutan, alurnya mengalir nikmat, mengantarku pada kenyataan, pelajaran tentang kemanusiaan. Aku selalu mengagumi bagaimana Aan membaca kejadian/momen dengan begitu detail, dan ke...