Langsung ke konten utama

BANGKIT ? BENARKAH ?

Bangkit ..
Bulan ini tahun 45
Soekarno bilang , bangkit !
Bangkit Pancasila !
Hari kebangkitan Pancasila !!!
Hahahahahaha
Hanya untuk bulan itu, tahun itu ...

Bulan sekarang ? tahun sekarang ?
Para muda mabuk, tidur bangun siang
Para Muslim-musliman berjenggot berkedok perang
Government-government pada kisruh saling serang
Padahal rakyat mbelan-mbelani nonton irfan Bachdim mbrangkang-mbrangkang

Bangsa bagai kacang..
Dicabut dibawa terbang rajawali
kacang kekayaan tak ternilai sama sekali
di kudeta luar negeri, gumam mereka "wah, rakyat gampang dibujuki"

Bangkit ..
Kita jagung muda
ada yang belum dan sudah terkontaminasi
yang belum, kita berdiri tegak busungkan dada
kita hancurkan ombak jaman yang sudah basi

Semua orang sudah tergerus kebodohan
apa kalian juga mau kecoa-kecoa?!
jangan hanya diam, ambil tindakan
Tak ada tujuan pergi saja ke neraka
pesan Soekarno
"1000 ORANG TUA HANYA BISA BERMIMPI,
1 PEMUDA BISA MEWUJUDKANNYA"
Bangkit Pancasila !

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Klakson

     Dugaanmu cerita singkat ini mendeskripsikan penderitaan hidup di kota dan berakhir begitu-begitu saja. Tunggu. Kau harus baca. Aku akan memulainya dengan antrian panjang kendaraan para pekerja yang ingin segera pulang di lampu merah. Lampu merah yang beberapa waktu setelahnya berubah menjadi hijau tapi antrian tidak bergerak sebab dihentikan polisi dan mobil pejabat yang akan segera lewat dari jalan lainnya. Itu-itu saja? Ya, itu-itu saja. Aku berulang mengalaminya dan merasa kesal tidak dapat melakukan apa-apa. Rasa kesal yang kemudian menjadi berlipat-lipat mengetahui orang-orang juga tidak dapat melakukan apa-apa, atau malah terkesan tidak ingin sebab ekspresi mereka menunjukkan seakan tidak sedang terjadi apa-apa.      Tapi tidak, petang itu. Dari jalan Ciliwung, lampu merah berubah jadi hijau. Antrian kendaraan tidak bergerak, tapi mesinnya menderu-deru. Tiga polisi menghentikannya, mengayun-ayunkan stick berlampu. Jelas mobil pejabat akan lewat. ...

Mata

Hei, Aku mencinta pada hal-hal sederhana Melihatmu menyelipkan rambut di belakang telinga karena khawatir tampak tidak cukup rapi Ah, akupun juga khawatir tulisan ini sama sekali tidak membawa arti Aku mencinta pada hal-hal sederhana Melihatmu berkenalan dengan anak kucing sambil mengomel tentang mahasiswa-mahasiswa yang begitu mencintai dirinya sendiri

Jangan Menangis, Adikku

adikku, aku pernah menceritakan padamu tentang laki-laki yang bekerja dalam dendamnya tawa dan keikhlasan menggantikan tangisnya bertindak begitu bijaksana dalam amarahnya dan kau mengaguminya aku pernah menceritakan padamu tentang perumpamaan-perumpamaan bagus milik sajak penyair besar tentang semua laku kehidupan yang saling berhubungan dan kau terus mempertanyakannya ingatkah kau adikku, aku pernah menceritakan padamu tentang buku-buku yang mengantar kita lintas waktu dan peristiwa yang memberi tahu tentang kejujuran, kekuatan, dan keberanian yang memberi tahu tentang kenyataan dan tragedi yang memberitahu bahwa kita bukan siapa-siapa bahwa kita manusia kecil yang tidak tahu apa-apa dan kau mengajakku untuk berbicara masa depan