![]() |
| maisyarahpradhitasari.files.wordpress.com |
Manakala engkau tersenyum sedangkan hatimu yang penuh dengan duka nestapa, maka sesungguhnya sengkau sedang meringankan beban dan membuka satu pintu untuk kebahagiaan.
Jangan pernah ragu-ragu untuk tersenyum, karena di dalam dirimu ada kekuatan besar yang yang meluap dengan tersenyum.
Jangan menekan kekuatan itu, karena dengan menekannya berarti engkau memaksa jiwamu masuk ke dalam penderitaan.
Tersenyum tidak akan membahayakanmu.Jangan pernah ragu-ragu untuk tersenyum, karena di dalam dirimu ada kekuatan besar yang yang meluap dengan tersenyum.
Jangan menekan kekuatan itu, karena dengan menekannya berarti engkau memaksa jiwamu masuk ke dalam penderitaan.
Bicaralah dengan orang di sekitarmu dengan bahasa kalbu.
Alangkah indahnya bibir kita ketika berbicara dengan bahasa senyuman.
Seseorang mengatakan bahwa "senyum itu merupakan keharusan bermasyarakat". Karena ketika engkau bergaul dengan orang lain, maka engkau dituntut untuk berkomunikasi dengan baik, dan menyadari bahwa hidup bermasyarakat menuntut keterampilan-keterampilan manusiawi, dan itu harus engkau kuasai. Salah satunya adalah keterampilan tersenyum.
Ketika engkau tersenyum di hadapan orang lain, maka engkau sedang memberikan kepada mereka kehidupan yang indah, optimisme dan kabar gembira yang mereka harapkan.
***
Sebait tulisan dari DR. Aidh al-Qarni, dalam bukunya "Menjadi Wanita Paling Bahagia"
Semoga bermanfaat :)

Komentar
Posting Komentar