Langsung ke konten utama

Tersenyumlah untuk Hidup !

maisyarahpradhitasari.files.wordpress.com

Manakala engkau tersenyum sedangkan hatimu yang penuh dengan duka nestapa, maka sesungguhnya sengkau sedang meringankan beban dan membuka satu pintu untuk kebahagiaan.
Jangan pernah ragu-ragu untuk tersenyum, karena di dalam dirimu ada kekuatan besar yang yang meluap dengan tersenyum.
Jangan menekan kekuatan itu, karena dengan menekannya berarti engkau memaksa jiwamu masuk ke dalam penderitaan.
Tersenyum tidak akan membahayakanmu.
Bicaralah dengan orang di sekitarmu dengan bahasa kalbu.
Alangkah indahnya bibir kita ketika berbicara dengan bahasa senyuman.

Seseorang mengatakan bahwa "senyum itu merupakan keharusan bermasyarakat". Karena ketika engkau bergaul dengan orang lain, maka engkau dituntut untuk berkomunikasi dengan baik, dan menyadari bahwa hidup bermasyarakat menuntut keterampilan-keterampilan manusiawi, dan itu harus engkau kuasai. Salah satunya adalah keterampilan tersenyum.

Ketika engkau tersenyum di hadapan orang lain, maka engkau sedang memberikan kepada mereka kehidupan yang indah, optimisme dan kabar gembira yang mereka harapkan.

***

Sebait tulisan dari DR. Aidh al-Qarni, dalam bukunya "Menjadi Wanita Paling Bahagia"

Semoga bermanfaat :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lelucon Pendek di Hamparan Salju

Maaf jelek *** Selamat pagiku untuk malaikat Manis rupamu hari ini Berbaju coklat dan mata yang sayu Semakin manis Pandangan yang tak pernah lepas darimu Melodi yang tak pernah hilang saat kau bicara denganku Parfum pun bisa mengantarku ke dimensi masa lalu Hingga tersenyum dan siap untuk melakukan sesuatu

HOMEBROKEN (Monoplay TEATER SINKRON)

Dalam sebuah kamar yang suram, tergeletak lemas seorang anak bernama Sugeng. Ia terus terdiam memandangi foto ibunya. "ayah, ibu.... apa yang aku dapatkan dari kalian.. ayah mana perhatianmu aku hidup sendiri, aku alone ibu mengapa kau meninggalkanku .. kau biarkan aku di bawah terik matahari kau biarkan aku terkena deras hujan aku harus menyalahkan siapa ? Haruskah aku menyalahkan tuhan ?! Aku menyayangimu ibu .. Tapi aku Membencimu !!!! Belum saatnya kau meninggalkanku ibu!!! Ibu jahat ! Mungkin hanya ini penenangku.. hanya ini yang aku kenal. aku sama sekali tak mengenal orang tuaku.." Dia mengeluarkan Bong, sabu-sabu dan korek api. Ia memandanginya, lalu memakainya terburu-buru. Ini bukan pertama kali Sugeng menggunakan Sabu-sabu. Ketergantungannya pada benda setan itu sudah sangat besar. 10 menit berlalu, entah kenapa sabu-sabu itu tidak membuat Sugeng tenang, malah membuat Sugeng semakin sakau. Ia sulit bernafas, kantong matanya menghitam, badanny...

Buku: Matinya Seorang Penulis Besar - Mario Vargas Llosa

Matinya Seorang Penulis Besar, oleh Mario Vargas Llosa. Disaring dan diterjemahkan  @sastra.alibi . Esai-esai apik, tepat guna sebagai akses menyelami lebih dalam gagasan-karya sastra Amerika Latin yang sudah banyak beredar di toko buku sejak 2005-an (juga kerja Pak Ronny). Wacana yang kita tahu banyak bertemakan perjuangan, bernafaskan perlawanan-pemberontakan terhadap ketidakadilan-kediktatoran. Kalau benar gaya bercerita Vargas Llosa liris dan emosional, itu kuat mendukung tema yang dipaparkan secara detail dan kritis. 'Menjenguk Karl Marx', dalam sepi ia marah-meratap atas perubahan drastis wajah Dean Street, yang dulunya pernah tinggal seorang Marx dalam kondisi kemiskinan ekstrem -juga menjadi momen lahir karya-karyanya- kini menjelma ruang kemewahan yang dituju para borjuis London untuk berfoya-foya. 'Epitaf Untuk Sebuah Perpustakaan', teks keprihatinan mendalam terhadap sikap lembaga negara yang gagal memelihara iklim intelektual-kerja literasi. Horor p...