Untukmu
***
sudah dekat
memandang matanya di saat yang terindah
menggenggam tangannya di detik yang melambat
menghirup wanginya di dudukan yang begitu nyaman
aku tersenyum untukmu
kau tersenyum untukku
begitu manis
aku menangis untukmu
kau tak tahu
begitu miris
hati
ini bahagiamu yang sedikit menyiksa
tak pernah berdaya aku melawannya
selalu menangis aku menyanyikannya
selalu gemetar aku menuliskannya
mengapa kita mendekat saat akan menjauh ?
apa yang bisa kulakukan ?
sandiwara ?
petikan dawai ?
goresan tinta ?
kupersembahkan sebuah keadaan meski
tak akan dapat mewakili
aku tak ingin kehilanganmu
aku tak peduli apa rasaku
aku tak peduli apa rasamu
ini tentang waktu
aku hanya ingin memandang matamu
dan senyummu di akhir pertemuan kita
simpan lipatan kertas ini
semoga menjadi kenangan yang tak dapat kau lupakan
semoga kau tetap mengingat namaku
***
Jangan pernah merasa sendiri, karena aku ada kapanpun kau butuhkan
***
sudah dekat
memandang matanya di saat yang terindah
menggenggam tangannya di detik yang melambat
menghirup wanginya di dudukan yang begitu nyaman
aku tersenyum untukmu
kau tersenyum untukku
begitu manis
aku menangis untukmu
kau tak tahu
begitu miris
hati
ini bahagiamu yang sedikit menyiksa
tak pernah berdaya aku melawannya
selalu menangis aku menyanyikannya
selalu gemetar aku menuliskannya
mengapa kita mendekat saat akan menjauh ?
apa yang bisa kulakukan ?
sandiwara ?
petikan dawai ?
goresan tinta ?
kupersembahkan sebuah keadaan meski
tak akan dapat mewakili
aku tak ingin kehilanganmu
aku tak peduli apa rasaku
aku tak peduli apa rasamu
ini tentang waktu
aku hanya ingin memandang matamu
dan senyummu di akhir pertemuan kita
simpan lipatan kertas ini
semoga menjadi kenangan yang tak dapat kau lupakan
semoga kau tetap mengingat namaku
***
Jangan pernah merasa sendiri, karena aku ada kapanpun kau butuhkan
Komentar
Posting Komentar