Langsung ke konten utama

Sejenak Menjadi Orang Paling Bahagia

sirene ambulans tanpa pasien meraung-raung
mobil-mobil plat merah dan hijau mau tidak mau harus merendahkan harga dirinya
beberapa kali aku merasa seperti pahlawan
setelah terpaksa kuhentikan kendaraanku dan kupersilakan kendaraan lain lewat
pertanyaan kulontarkan sebelum menguap bersama umpatan dan bising klakson
mengapa di jalanan orang-orang mempertontonkan kuasa dan kebebasannya
meyakini keputusan-keputusannya
memperjuangkan hak-haknya
tapi sepulangnya kembali menangis pasrah menerima nasib?

kecemasan dan penderitaan
kegagalan kehidupan
hasrat yang sia-sia
sejenak aku menjadi orang paling bahagia
di tengah kemacetan jalan raya
tak ada yang harus diharapkan
sampai aku tak ingat untuk melihat jam tangan

dan mungkin, aku punya lebih banyak waktu untuk memahami mereka

***

Surabaya, 30 November 2017
Untuk adik-adikku Teater Rumpun Padi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kota Besar

liburan kenaikan kelas lima sama seperti sebelum-sebelumnya setahun sekali naik mobil jalan-jalan ke rumah Pakde Nono di kota besar perjalanan yang melelahkan dan bikin masuk angin karena empat jam lebih jendelanya terbuka lalu pandangku teralihkan dengan megahnya baliho-baliho raksasa yang tidak pernah ada di kotaku bergambar 2 orang kaya pakai baju rapi sedang berjabat tangan ditambah tulisan bahasa inggris berbelit-belit yang tidak kumengerti artinya baliho lain bergambar mobil sedan mengkilap yang tidak pernah kulihat langsung kutebak harganya mahal sekali baliho lainnya lagi, ada yang bergambar makanan enak dengan piring besar ada yang bergambar rumah mewah dan keluarganya sedang bergandengan ada yang bertulisan angka-angka yang rumit dan nama-nama bank ada yang bergambar film-film barat yang perempuannya pakai baju seksi ada yang bergambar mahasiswa-mahasiswa ganteng dan cantik sedang belajar dan aku tidak bosan memandanginya kutebak juga, nantinya mahasiswa pa...

CATCH A NOTHING (Indonesia & English)

Jalan yang panjang gersang hanya dapat kutatap fatamorgana organ tubuh seakan ingin berteriak lantang "aku mau mati, aku mau mati" Tatapan kosong tak kunjung usai Kakiku menyeret tak lagi lurus sekali lagi mereka berteriak "aku mau mati, aku mau mati" kecuali hati Tak mau berhenti, terus memaksa tak mau menyerah, semangat membara Padahal mereka ingin menutup mata ingin lepas dari ini, ingin bahagia kecuali hati Sampai kulihat sesosok bayangan Jarakku 1 kilometer dengannya hati memaksa kaki berjalan terengah-engah berharap disambutnya kukedipkan mata dan mendekat jarakku 2 kilometer dengannya kukedipkan mata dan mendekat jarakku 4 kilometer dengannya menjauh aku mendekat dia menjauh menjauh hingga aku terjatuh dan terbaring Long   road   arid I looked   only be   a mirage organs   of the body   as if to   scream   out loud " I   want to die ,   I   want to die " Blank stares   not end Draggi...

Kembali

waktu tak pernah kugenggam apalagi ku sesali berdiri dan berlari tak pernah kuasa apalagi kulawan berdiri dan berlari kita bukan kita aku dan kau masih tersenyum masih bersedih masih mengingat