Langsung ke konten utama

SEMOGA JADI SEMANGAT

 sebuah cerpen singkat. inspirasi dari teman saya..

 **************

malam yang dingin..
hati dan pemikiran yang sinkron
mengukir mata samudera
mengukir bibir jurang di pinggir air terjun
melukis indah langit nan biru
menggoreskan kuas
tetesan kental cat putih
tetes demi tetes membentuk titik awan

sedikit dipusingkan asap tembakau
"cantiknya..
aku kangen
aku rindu
senyummu
suaramu saat berbicara denganmu.."

ah mataku ngantuk
pisau terus menyeret
menajamkan batang pensil yang akan kubuat menulis
sret..stret.. sret..
detik jam
makin ngantuk


"aku hanya bisa terdiam melihatmu
adakah aku dihatimu ?
Yang kau rasakan tentang pengagummu ini
mungkin semua telah bahagia disana
bersuka cita
namun teman,
aku masih terdiam
memilih ini sebagai kisahku

ini kisahku teman
mungkin aku memang pengecut
mungkin

aku hanya tak mau dia pergi
atau dia merasa risih akan kehadiranku
meski kini itu semua
mungkin tlah terjadi
dan aku tak memiliki daya untuk mengubahnya

dia bisa melakukan apapun
dia bisa mengubah duniaku
dia bagai wonder woman
sedangkan aku ?
untuk mengatakan perasaanku saja aku tak berani

aku hanyalah, yaa
mungkin bisa dibilang hanyalah pecundang
yang berbadan besar

tenanglah
aku tak akan berani
menyentuhmu

kau sungguh berharga di hatiku
sungguh
ingin ku hanya menjaganya tetap berharga
ada hati yang tak pernah lelah untuk
melihat
memperhatikan
meski selalu diabaikan.."

***

mengertilah arti pengecut
bukan sikapku
tapi hatiku
perasaanku
bukan keberanianku
tapi

berapa banyak kata 'mungkin' yang kutulis
aku pengecut
aku ...
berapa banyak kata 'mungkin' yang kutulis
aku sudah dewasa
aku sudah bisa berpikir
aku sudah SMA
aku punya kamus
aku punya ensiklopedia
aku punya guru
aku pun tahu, apa makna yang terdalam dari kata 'mungkin'
dan berapa banyak kesempatan yang ada di dalamnya

aku benar
semua yang ku lakukan itu benar
aku mengerti aku
aku salut pada diriku sendiri
tapi sedikit yang aku ragukan
aku bisa, tapi aku tak percaya
bukan bisa untuk mendapatnya
seperti yang kutulis,
aku hanya ingin menjaganya
tetap berharga
aku bisa, tapi aku tak percaya
bisa untuk percaya pada diri sendiri
sulit kan ?

memang tulisanku sudah menggambarkan
tapi aku yakin itu tak menggambarkan diriku sendiri
yang tiap hari berpikir
yang tiap hari tidur tak nyenyak
karena aku tak percaya pada diriku sendiri

seharusnya aku tau
ia pasti tak nyaman jika tau pikiranku
hatiku
seharusnya aku tersenyum
menyapa tiap hari
aku bisa, tapi aku tak percaya
tersenyum
senyum itu punya arti
membahagiakannya
dan membahagiakan aku sendiri
tanpa ada yang tau, arti senyuman itu selain aku

***

nanda namanya
"nan, makan yuk di kantin.. aku lapar, sekarang udah pulang. dirumah gak ada makanan"
"hmm.. ayuk. aku juga laper... anak2 gak ada yang mau aku ajak"
aku dan nanda beriringan menuju kantin
menyeret sepatu yang sekarang kedengarannya indah
aku terus tersenyum
mengeluarkan celoteh celoteh tidak penting
aku juga terus berteriak
"AKU KAGUM SAMA KAMU NAN !AKU KAGUM SAMA KAMU NAN!"
cuma aku yang mendengarnya
karena aku berteriak dalam hati
aku terus bersikap biasa
sampai kantin

makananku hampir habis. makanannya masih separuh.
nanda terdiam.. lalu berdiri
"kok gak dihabisin ?"
tetap terdiam
"nan ?"

"makasih ya, nanti sampai rumah buka tasmu.."

tak sempat aku bertanya, nanda berlari meninggalkanku
untuk apa terima kasihnya ? kenapa nanda begitu ?
sudah lama aku bersikap biasa. berbicara santai padanya seolah tak ada apa-apa
tidak terdiam seperti dulu
malu
aku berusaha agar dia tak negatif thinking tentang sikapku
kenapa sekarang dia aneh ?

***

"maaf ya
aku tak bermaksud diam
aku tak bermaksud mengabaikanmu
aku tau apa yang aku lakukan
meski tak mengena di hatimu

boy, aku suka sama sikapmu yang sekarang
bukan yang dulu
yang terdiam
aku tau kamu menyukaiku
tapi aku gak suka kamu yang terdiam
sekarang aku salut padamu
aku tau kamu kuat
sekarang kamu jelas lebih kuat
aku tau rasa dalam hatimu
hebatnya kamu bisa menutupinya
aku tau senyummu
aku suka kamu menganggapku sebagai teman
bukan sebagai wonderwoman seperti dulu
yang kamu hormati
sehingga kamu tertunduk setiap memandangku
aku suka kamu yang sekarang
yang gak canggung setiap berbicara denganku
meskipun perasaanmu tergantung
dan menuju ke tidak,
tapi itu tak ada gunanya
yang penting kita tetap berteman seperti dulu
dan sukses untuk ke depan
jodoh yang menetukan adalah Tuhan

boy, kita tetap berteman ya.
aku suka sikapmu padaku
kekuatanmu mengalahkan perasaan yang menderu-deru
aku tetap ingin sapaan hangatmu setiap hari
senyummu setiap hari
candamu setiap hari
waktu kita SMA tinggal 4 bulan lagi
dan kamu sudah membenahi hubungan kita sebagai teman
pertahankan ya
aku juga janji kok
bakal terus senyum
untuk pertemanan kita yang selamanya

sukses ya
untuk sekarang dan masa depanmu
banyak2 ibadah
sholatnya jangan lupa
senengin ortumu boy..
sukses ya
maaf
best friend :) "

***

pagi itu pelajaran dimulai seperti biasa.
aku duduk terdiam, sedikit tersenyum-senyum sendiri..
terus diam
sampai sentakan lembut dari belakangku
"BOY !" tangannya memegang pundakku
aku menoleh dan disilaukan senyumnya
aku kedipkan mata dan saat aku membuka lagi

hanya kamar yang berantakan dan agak buram
ahh.. enaknya tidurku kali ini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan: Ibu dan Perempuan-Perempuan Lainnya

     Kabar dari ibu sungguh merusak pagi. Pekerjaan bapak adalah dokter gigi, dan sudah dua bulan jarang datang ke poli karena pandemi. Aktivitasnya hanya menangani keadaan-keadaan darurat, seperti halnya subuh tadi ia tergopoh-gopoh berangkat untuk menjalankan operasi. "Rumah sakit menghubungi. Salah seorang mahasiswi yang diampu bapak masuk UGD. Ia dihajar pacarnya sampai patah tulang rahang. Barangkali remuk".      Aku menggigil seketika. Mikrofon ponsel kujejali sumpah serapah, pada satu kesempatan marah-marah sebab mengetahui sekali lagi praktik kekerasan dalam sebuah hubungan. "Kira-kira terjadi masalah apa, sampai laki-lakinya kesetanan menghajar begitu?", tanya ibu. Tidak! Tidak tentang permasalahan yang sedang mereka berdua alami, tidak pula tentang ikut campur setan dalam kejadian ini! Sungguh identitas gender membuat bangsat itu merasa berhak mendominasi, punya kontrol atas pasangannya, berujung kekerasan pada akhirnya. Sungguh rapuh dan memalu...

Rumah yang Muram

"Nanang masih seperti itu, Dik Narno?", kataku berbisik-bisik, khawatir terdengar dari kamar. "Sudah lebih baik Mas Har. Sudah banyak makan dan banyak bicara padaku di saat tertentu. Tapi kalau tidak ada siapa-siapa yang ngajak bicara ya dia tetap memilih di kamar."  " Woh , pernah mbahas nikah?" "Ya ndak pernah. Dia ya berusaha melupakan dan goblok juga kalau aku mengungkit lagi. Masak aku tanya 'sudah melupakan belum?', kan ya ndak mungkin. Kalau sudah marah bahaya." "Ya jelas, kan nurun Dik Narno." Tawa kita berdua meledak mengisi sepi sebentar. Minggu siang ini, langit kota Blora sedang mendung. Tak banyak kendaraan sliwar-sliwer memang karakter hari Minggu. Aku berkunjung ke rumah saudara jauh, Narno, setelah mendapat laporan dari mbak ku. Katanya kemarin Narno tidak bisa dihubungi sampai malam hari dan saat di telepon rumah, anaknya mengatakan Narno pergi tanpa bilang apa-apa.  Rumahnya tidak begi...

Klakson

     Dugaanmu cerita singkat ini mendeskripsikan penderitaan hidup di kota dan berakhir begitu-begitu saja. Tunggu. Kau harus baca. Aku akan memulainya dengan antrian panjang kendaraan para pekerja yang ingin segera pulang di lampu merah. Lampu merah yang beberapa waktu setelahnya berubah menjadi hijau tapi antrian tidak bergerak sebab dihentikan polisi dan mobil pejabat yang akan segera lewat dari jalan lainnya. Itu-itu saja? Ya, itu-itu saja. Aku berulang mengalaminya dan merasa kesal tidak dapat melakukan apa-apa. Rasa kesal yang kemudian menjadi berlipat-lipat mengetahui orang-orang juga tidak dapat melakukan apa-apa, atau malah terkesan tidak ingin sebab ekspresi mereka menunjukkan seakan tidak sedang terjadi apa-apa.      Tapi tidak, petang itu. Dari jalan Ciliwung, lampu merah berubah jadi hijau. Antrian kendaraan tidak bergerak, tapi mesinnya menderu-deru. Tiga polisi menghentikannya, mengayun-ayunkan stick berlampu. Jelas mobil pejabat akan lewat. ...