lagi-lagi. rasa tidak terima saya terhadap suatu fenomena yang mungkin sudah terjadi ratusan tahun yang lalu, sampai sekarang.
sebuah karya, jalan lain daripada kritis di siang bolong, tapi waktu seolah berhenti. jam tidak berputar. statik.
***
Tetes air deras menggetarkan
Memaksa kami
Keluar dari lorong yang hampir penuh
Jarum-jarum bening membeku
Memaksa kami melawan
Panas aspal dan mesin raksasa
Penghancur
Terciprat darah
Tangis
Serak parau bagian dari kami
Kami tak butuh dipercaya
Eksplorasi fatamorgana belaka
Demokrasi topeng babi
Hina sehina-hina tersiksa
Tersenyum
Utopia yang menyedihkan
Lawan “mereka” bukan mereka
Lawan “mereka” adalah kami
Dua kursi
Empat mata
Rantai dan isolasi hitam
Karung penuh serangga buas
Hisapan darah yang mulai membiru
Apa masih berani mengambil dompet
Ambil alih konotasi budaya
Sekarang kami tikusnya
Bukan mereka
sebuah karya, jalan lain daripada kritis di siang bolong, tapi waktu seolah berhenti. jam tidak berputar. statik.
***
Tetes air deras menggetarkan
Memaksa kami
Keluar dari lorong yang hampir penuh
Jarum-jarum bening membeku
Memaksa kami melawan
Panas aspal dan mesin raksasa
Penghancur
Terciprat darah
Tangis
Serak parau bagian dari kami
Kami tak butuh dipercaya
Eksplorasi fatamorgana belaka
Demokrasi topeng babi
Hina sehina-hina tersiksa
Tersenyum
Utopia yang menyedihkan
Lawan “mereka” bukan mereka
Lawan “mereka” adalah kami
Dua kursi
Empat mata
Rantai dan isolasi hitam
Karung penuh serangga buas
Hisapan darah yang mulai membiru
Apa masih berani mengambil dompet
Ambil alih konotasi budaya
Sekarang kami tikusnya
Bukan mereka
Komentar
Posting Komentar