Langsung ke konten utama

INFRA MERAH

lagi-lagi. rasa tidak terima saya terhadap suatu fenomena yang mungkin sudah terjadi ratusan tahun yang lalu, sampai sekarang.

sebuah karya, jalan lain daripada kritis di siang bolong, tapi waktu seolah berhenti. jam tidak berputar. statik.

***

Tetes air deras menggetarkan
Memaksa kami
Keluar dari lorong yang hampir penuh
Jarum-jarum bening membeku
Memaksa kami melawan
Panas aspal dan mesin raksasa
Penghancur
Terciprat darah
Tangis
Serak parau bagian dari kami

Kami tak butuh dipercaya
Eksplorasi fatamorgana belaka
Demokrasi topeng babi
Hina sehina-hina tersiksa
Tersenyum
Utopia yang menyedihkan

Lawan “mereka” bukan mereka
Lawan “mereka” adalah kami
Dua kursi
Empat mata
Rantai dan isolasi hitam
Karung penuh serangga buas
Hisapan darah yang mulai membiru
Apa masih berani mengambil dompet

Ambil alih konotasi budaya
Sekarang kami tikusnya
Bukan mereka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kota Besar

liburan kenaikan kelas lima sama seperti sebelum-sebelumnya setahun sekali naik mobil jalan-jalan ke rumah Pakde Nono di kota besar perjalanan yang melelahkan dan bikin masuk angin karena empat jam lebih jendelanya terbuka lalu pandangku teralihkan dengan megahnya baliho-baliho raksasa yang tidak pernah ada di kotaku bergambar 2 orang kaya pakai baju rapi sedang berjabat tangan ditambah tulisan bahasa inggris berbelit-belit yang tidak kumengerti artinya baliho lain bergambar mobil sedan mengkilap yang tidak pernah kulihat langsung kutebak harganya mahal sekali baliho lainnya lagi, ada yang bergambar makanan enak dengan piring besar ada yang bergambar rumah mewah dan keluarganya sedang bergandengan ada yang bertulisan angka-angka yang rumit dan nama-nama bank ada yang bergambar film-film barat yang perempuannya pakai baju seksi ada yang bergambar mahasiswa-mahasiswa ganteng dan cantik sedang belajar dan aku tidak bosan memandanginya kutebak juga, nantinya mahasiswa pa...

CATCH A NOTHING (Indonesia & English)

Jalan yang panjang gersang hanya dapat kutatap fatamorgana organ tubuh seakan ingin berteriak lantang "aku mau mati, aku mau mati" Tatapan kosong tak kunjung usai Kakiku menyeret tak lagi lurus sekali lagi mereka berteriak "aku mau mati, aku mau mati" kecuali hati Tak mau berhenti, terus memaksa tak mau menyerah, semangat membara Padahal mereka ingin menutup mata ingin lepas dari ini, ingin bahagia kecuali hati Sampai kulihat sesosok bayangan Jarakku 1 kilometer dengannya hati memaksa kaki berjalan terengah-engah berharap disambutnya kukedipkan mata dan mendekat jarakku 2 kilometer dengannya kukedipkan mata dan mendekat jarakku 4 kilometer dengannya menjauh aku mendekat dia menjauh menjauh hingga aku terjatuh dan terbaring Long   road   arid I looked   only be   a mirage organs   of the body   as if to   scream   out loud " I   want to die ,   I   want to die " Blank stares   not end Draggi...

Kembali

waktu tak pernah kugenggam apalagi ku sesali berdiri dan berlari tak pernah kuasa apalagi kulawan berdiri dan berlari kita bukan kita aku dan kau masih tersenyum masih bersedih masih mengingat