Langsung ke konten utama

LANGSUNG SAJA, MAAF

rentetan tulisan dari saya
entah ini namanya apa. yang penting karya. bisa dari senang, sedih, galau, diam, pertemuan, perpisahan, dll.
terima kasih sudah mau membaca opening ini. :)


***

langsung saja, maaf

jujur ku terseret
dipermainkan rimba jiwa
auman burung berwarna-warni
jujur ku disilaukan
cahaya pembuluh darah
kicauan harimau birahi

pertama,
standing applaus for you
standing applaus for your...
you know what
kapan aku memujimu ?

kedua,
sebuah parsel untukmu
parsel satu truk coklat, dont be sad
mungkin 1 trailer merah
atau 1 kapal kargo ?
maaf.

saya masih ingat
suatu quotes seniman hebat (amin)
Marsetio namanya
"...yang penting tanggung jawab
dan jaga perasaan..."

ini tanggung jawabnya
memutar kompas dari utara ke selatan
mungkin,
membalik
patung Liberty sampai kepalanya di bawah
membalik NTB dengan NTT ?
Tidak bisa atau sulit ya ?

ini pengakuan salahku
cemilanku terlalu banyak MSG
aku jugaa..
terlalu banyak mengunjungi rumah pahlawan
hero
wonderwoman

wong aku orang desa
diajak jalan-jalan di Sidney Opera
wah..
luarnya elegan
dalamnya luxury
luarnya indah
dalamnya lebih indah

strukturnya kokoh
kuat
kuat
pondasinya
mengagumkan
sangat mengagumkan...

Tapi rumahku Indonesia
pengurus Sidney Opera pasti akan marah jika aku terus disitu
saatnya pulang...

END

agak mabuk di kapal laut
sambil bersenandung
"syukuri apa yang ada
hidup adalah anugerah
tetap jalani hidup ini
melakukan yang terbaik

jangan menyerah
jangan menyerah
jangan menyerah"
(d'masiv)

END

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Klakson

     Dugaanmu cerita singkat ini mendeskripsikan penderitaan hidup di kota dan berakhir begitu-begitu saja. Tunggu. Kau harus baca. Aku akan memulainya dengan antrian panjang kendaraan para pekerja yang ingin segera pulang di lampu merah. Lampu merah yang beberapa waktu setelahnya berubah menjadi hijau tapi antrian tidak bergerak sebab dihentikan polisi dan mobil pejabat yang akan segera lewat dari jalan lainnya. Itu-itu saja? Ya, itu-itu saja. Aku berulang mengalaminya dan merasa kesal tidak dapat melakukan apa-apa. Rasa kesal yang kemudian menjadi berlipat-lipat mengetahui orang-orang juga tidak dapat melakukan apa-apa, atau malah terkesan tidak ingin sebab ekspresi mereka menunjukkan seakan tidak sedang terjadi apa-apa.      Tapi tidak, petang itu. Dari jalan Ciliwung, lampu merah berubah jadi hijau. Antrian kendaraan tidak bergerak, tapi mesinnya menderu-deru. Tiga polisi menghentikannya, mengayun-ayunkan stick berlampu. Jelas mobil pejabat akan lewat. ...

Buku: Kukila - M Aan Mansyur

"Brengsek!", kataku usai membaca 'Aku Selalu Bangun Lebih Pagi'. Aku berhadapan lagi dengan karangan Aan, yang memang seringkali membuatku mengumpat. Gejolak masa muda, ciuman, perselingkuhan, pulang kampung saat lebaran, dan kisah sederhana-rumit-dewasa lain ada dalam kumcer Kukila. Begitu harmonis perpaduan antara; tema aktual yang diusung, unsur kedaerahan Aan, cerita yang pilu (atau lucu, atau brengsek, atau mengejutkan), dan jalinan kata mind-blowing khas Aan. Tidak jarang pula ceritanya memaksaku merenung atau berdiskusi dengan diri sendiri, menghasilkan kesadaran dan upaya memahami, menghindari penilaian-penilaian. Menjadi sorotan utama kumcer ini, cerpen Kukila itu sendiri. Memakan puluhan halaman di awal, jauh lebih panjang dari 15 cerpen lainnya. Cerita cinta penuh misteri dan kejutan, alurnya mengalir nikmat, mengantarku pada kenyataan, pelajaran tentang kemanusiaan. Aku selalu mengagumi bagaimana Aan membaca kejadian/momen dengan begitu detail, dan ke...