Seorang tua menulis di buku catatannya.
"Berkendara menyisir malam
Aku melihat kucing kecil warna hitam duduk hampir di tengah jalan
duduk, bukan meraung-raung mencari ibunya, hilang arah, atau berharap keselamatan
Sebentar saja bergidik membayangkan yang macam-macam
Beberapa detik kasihan dan ingin meminggirkan, tapi kemudian itu kulewatkan beberapa detik lagi setelahnya
Bersama kegelisahan aku lanjutkan
Berkendara menyisir malam
Satu, barangkali kucing kecil warna hitam itu memang ingin bunuh diri.
Dua, apakah memang baiknya kucing kecil warna hitam itu segera terlindas, mati, penyet, dan masuk surga meninggalkan dunia yang menyedihkan ini? Terserah kau pilih kata apa. Menyedihkan? Membosankan? Tidak adil dan sarat penindasan?
Tiga, bagaimana kelanjutannya jika aku meminggirkannya. Ia tidak jadi mati segera, meringkuk siang malam di daun-daun basah, berhadapan dengan perlakuan anak-anak Adam muasal penderitaan, malah mati perlahan karena dalam perutnya membusuk kelaparan. Kupikir menunda kematian adalah penyiksaan."
Seorang tua menulis di buku catatannya.
Usai menulis, ia gantung diri pakai tali rafia.
21 Januari 2020

Komentar
Posting Komentar