Satu,
Dinihari hingga ke dinihari lagi, fajar lusa hingga malam kemarin, mungkin sudah seratus kali kuputar ulang Porz Goret - Yann Tiersen. Di kantor, di kedai, di rumah habis mandi. "Waktu dengar ini, kamu membayangkan apa?"
Tentang perasaan kalah, jawab seorang teman.
Dua,
Ada satu masa, aku sering marah pada ibu. Kalau sudah begitu seakan jadi kebiasaan, mengkurep di atas kasur, aku putar Marduk (band black metal Swedia) via gadget volume penuh, kemudian gadgetnya kutaruh menempel di telingaku. Cari perhatian. Biar kelihatan marah.
Entah kenapa secuil memori itu (aku dan metal) yang mengapung di permukaan, sewaktu kawan-kawan lama memulai merencanakan lagi bengok-bengok/meringkik-ringkik/bermetal-ria, via grup whatsapp sebelum bulan-bulan depan jadi pertemuan.
Tiga,
Ditutup dengan Nyanyian Akar Rumput. Mataku bengkak keluar bioskop. Ada adegan Sayem (Ibu Wiji Thukul) membangunkan Fajar Merah di kursi ruang tamu. Ia dekatkan wajahnya ke Fajar, mulanya bercanda, lalu menangis dan bilang kangen. (Seakan) Ada Thukul dalam tubuh Fajar.
Film dokumenter apik wajib tonton, tentang band Merah Bercerita yang tidak henti menghembuskan nyawa kemanusiaan dalam ceritanya.
Surabaya, 18 Januari 2020
Dinihari hingga ke dinihari lagi, fajar lusa hingga malam kemarin, mungkin sudah seratus kali kuputar ulang Porz Goret - Yann Tiersen. Di kantor, di kedai, di rumah habis mandi. "Waktu dengar ini, kamu membayangkan apa?"
Tentang perasaan kalah, jawab seorang teman.
Dua,
Ada satu masa, aku sering marah pada ibu. Kalau sudah begitu seakan jadi kebiasaan, mengkurep di atas kasur, aku putar Marduk (band black metal Swedia) via gadget volume penuh, kemudian gadgetnya kutaruh menempel di telingaku. Cari perhatian. Biar kelihatan marah.
Entah kenapa secuil memori itu (aku dan metal) yang mengapung di permukaan, sewaktu kawan-kawan lama memulai merencanakan lagi bengok-bengok/meringkik-ringkik/bermetal-ria, via grup whatsapp sebelum bulan-bulan depan jadi pertemuan.
Tiga,
Ditutup dengan Nyanyian Akar Rumput. Mataku bengkak keluar bioskop. Ada adegan Sayem (Ibu Wiji Thukul) membangunkan Fajar Merah di kursi ruang tamu. Ia dekatkan wajahnya ke Fajar, mulanya bercanda, lalu menangis dan bilang kangen. (Seakan) Ada Thukul dalam tubuh Fajar.
Film dokumenter apik wajib tonton, tentang band Merah Bercerita yang tidak henti menghembuskan nyawa kemanusiaan dalam ceritanya.
Surabaya, 18 Januari 2020
Komentar
Posting Komentar