jujur saya semakin lebay. hahaha monggo. sebuah tulisan di kertas yang basah terkena tetesan air mata saya..
****
Mata
harum luas samudera yang terwadah cangkir silau
setitik keindahan, kecil
lekuk manis art coffee yang berbinar
disayangkan
belakangan
terjaga lampu oranye redup
belaian sinar solar hitam
bersuara pelan
mendesir detik malam
detik malam yang juga pelan
tak mau diambil alih oleh pagi
maafkan aku...
ku tak pernah sempurna
kucing kecil yang terancam
mata-mata merah dan cakar tajam
siap ia terima luka dan pertumpahan cinta
darah hangat yang mengalir
terus mencari kebenaran dan
senyumnya...
belakangan...
aku menusuknya semakin dalam
detak jantung yang tak akan terhenti
karena ini
pantulan sinar mata pisau
yang diasah sepenuh hati
****
Mata
harum luas samudera yang terwadah cangkir silau
setitik keindahan, kecil
lekuk manis art coffee yang berbinar
disayangkan
belakangan
terjaga lampu oranye redup
belaian sinar solar hitam
bersuara pelan
mendesir detik malam
detik malam yang juga pelan
tak mau diambil alih oleh pagi
maafkan aku...
ku tak pernah sempurna
kucing kecil yang terancam
mata-mata merah dan cakar tajam
siap ia terima luka dan pertumpahan cinta
darah hangat yang mengalir
terus mencari kebenaran dan
senyumnya...
belakangan...
aku menusuknya semakin dalam
detak jantung yang tak akan terhenti
karena ini
pantulan sinar mata pisau
yang diasah sepenuh hati

Komentar
Posting Komentar