Langsung ke konten utama

AKU PADAMU

cinta.. mungkin gak sih aku menulis tentang cinta? mungkin ?
ya.. saya kan makin hari makin lebay. hehe ini buktinya . monggo..

***

lontarkan senyuman
hingga kau pun tersenyum
sampai pulang ke rumah
terbawa mimpi
lontarkan senyuman

oktober, november, desember, januari

nyanyian nyanyian indah
menggenggam tanganmu
menumbuhkan sayap di punggungmu
terbang
helai lembut malaikat berjatuhan

karenamu
oktober, november, desember, januari

tatap mata berkaca
hangat memelukmu
tajam mengertimu
selembar sapu tangan basah karena air matamu
tajam mengertimu
tajam mengertimu

oktober, november, desember, januari

selalu terang di pagi buta
selalu terang di dingin malam
selalu ada di pandanganmu
selalu ada di hati itu

oktober, november, desember, januari

aku padamu
ku juga pulang ke rumah
tak pernah bermimpi
aku padamu
terus memandang langit
yang penuh helai bulu milik malaikat berjatuhan
aku padamu
yang basah sekujur tubuhnya akan air mata
akan sesal tak memiliki rasa
aku padamu
selalu ada di pandanganmu
mengalir di pipi setiap waktu

karena
itu dia, bukan aku

***

jawaban pertanyaan di atas, gak mungkin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lelucon Pendek di Hamparan Salju

Maaf jelek *** Selamat pagiku untuk malaikat Manis rupamu hari ini Berbaju coklat dan mata yang sayu Semakin manis Pandangan yang tak pernah lepas darimu Melodi yang tak pernah hilang saat kau bicara denganku Parfum pun bisa mengantarku ke dimensi masa lalu Hingga tersenyum dan siap untuk melakukan sesuatu

HOMEBROKEN (Monoplay TEATER SINKRON)

Dalam sebuah kamar yang suram, tergeletak lemas seorang anak bernama Sugeng. Ia terus terdiam memandangi foto ibunya. "ayah, ibu.... apa yang aku dapatkan dari kalian.. ayah mana perhatianmu aku hidup sendiri, aku alone ibu mengapa kau meninggalkanku .. kau biarkan aku di bawah terik matahari kau biarkan aku terkena deras hujan aku harus menyalahkan siapa ? Haruskah aku menyalahkan tuhan ?! Aku menyayangimu ibu .. Tapi aku Membencimu !!!! Belum saatnya kau meninggalkanku ibu!!! Ibu jahat ! Mungkin hanya ini penenangku.. hanya ini yang aku kenal. aku sama sekali tak mengenal orang tuaku.." Dia mengeluarkan Bong, sabu-sabu dan korek api. Ia memandanginya, lalu memakainya terburu-buru. Ini bukan pertama kali Sugeng menggunakan Sabu-sabu. Ketergantungannya pada benda setan itu sudah sangat besar. 10 menit berlalu, entah kenapa sabu-sabu itu tidak membuat Sugeng tenang, malah membuat Sugeng semakin sakau. Ia sulit bernafas, kantong matanya menghitam, badanny...

Buku: Matinya Seorang Penulis Besar - Mario Vargas Llosa

Matinya Seorang Penulis Besar, oleh Mario Vargas Llosa. Disaring dan diterjemahkan  @sastra.alibi . Esai-esai apik, tepat guna sebagai akses menyelami lebih dalam gagasan-karya sastra Amerika Latin yang sudah banyak beredar di toko buku sejak 2005-an (juga kerja Pak Ronny). Wacana yang kita tahu banyak bertemakan perjuangan, bernafaskan perlawanan-pemberontakan terhadap ketidakadilan-kediktatoran. Kalau benar gaya bercerita Vargas Llosa liris dan emosional, itu kuat mendukung tema yang dipaparkan secara detail dan kritis. 'Menjenguk Karl Marx', dalam sepi ia marah-meratap atas perubahan drastis wajah Dean Street, yang dulunya pernah tinggal seorang Marx dalam kondisi kemiskinan ekstrem -juga menjadi momen lahir karya-karyanya- kini menjelma ruang kemewahan yang dituju para borjuis London untuk berfoya-foya. 'Epitaf Untuk Sebuah Perpustakaan', teks keprihatinan mendalam terhadap sikap lembaga negara yang gagal memelihara iklim intelektual-kerja literasi. Horor p...