Langsung ke konten utama

Aplikasi

 

    Orang-orang menginginkan mengetahui, bagaimana mereka yang laki-laki menjadi perempuan, bagaimana mereka yang perempuan menjadi laki-laki. Tidak. Bukan membayangkan terlahir dan tumbuh menjadi perempuan, terlahir dan tumbuh menjadi laki-laki. Mereka sekedar menikmati "perempuan" dan "laki-laki" di wajah mereka lewat aplikasi. Tidak payudara, tidak kelaminnya, tidak pengalamannya. Tidak menstruasinya, tidak melahirkannya, tidak olok-olok di depan kelas semasa sekolahnya. "Perempuan" dan "laki-laki" itu hanya kumis, janggut, bulu mata, panjang rambut, warna kulit, hingga rona bibir. Begini. bentuk mata, hidung, telinga, dagu, pipi, tidak berubah. Sama sekali, barangkali. Mereka tetap mengenali wajahnya sendiri. Dan kelaminnya sendiri. Dan pengalamannya sendiri. Yang laki-laki tetap sebagai laki-laki meski menjadi perempuan. Yang perempuan tetap sebagai perempuan meski menjadi laki-laki.

    Orang-orang sudah berubah setelah terburu-buru memproses perubahan itu tanpa mengetahui alasan mengapa mereka terburu-buru. Laki-laki menjadi perempuan, perempuan menjadi laki-laki. Kemudian mereka tersenyum, kemudian mereka tertawa. Mereka menertawakan dirinya sendiri yang telah berubah. Mungkin sedikit dari mereka mengetahui mengapa mereka tertawa. Mungkin sebab mereka berkesempatan mengetahui sesuatu yang mana sesungguhnya dalam hati mereka benar-benar tidak ingin sesuatu itu terjadi. Dan mungkin itu lucu. Perubahan itu sendiri. Perubahan yang pada kenyataannya tidak mereka alami sendiri. Atau mungkin, sebab yang lain. Yang laki-laki terhibur sebentar mengetahui ia telah menjadi perempuan setelah seumur hidupnya terkungkung dalam tubuh laki-laki. Yang perempuan terhibur sebentar mengetahui ia telah menjadi laki-laki setelah seumur hidupnya terkungkung dalam tubuh perempuan. Sebentar saja. Kemudian mereka kembali memungkirinya.

    Laki-laki yang sudah berubah tidak menganggap dirinya hanya menjadi perempuan, lebih dari itu. Ia menganggap dirinya menjadi perempuan pelacur. Tidak. Ia tidak hanya menganggap. Ia berperan. Ia menawarkan tubuhnya. Perempuan yang sudah berubah tidak menganggap dirinya hanya menjadi laki-laki, lebih dari itu. Ia menganggap dirinya menjadi laki-laki pelacur. Tidak hanya menganggap. Ia berperan. Ia menawarkan tubuhnya. Mereka menawarkan tubuhnya, itu saja. Tidak berkisah perihal hutangnya, biaya sekolah anak-anaknya, kekerasan yang dialaminya, sakit yang dideritanya. Sebab tentang pelacur -atau siapa yang pelacur-, sesungguhnya mereka benar-benar tidak tahu.

    Barangkali, paragraf berbelit-belit di atas menyiratkan pertanyaan tentang, apakah orang-orang jadi haus hiburan sebab lama tenggelam dalam penderitaan. Barangkali juga, paragraf berbelit-belit di atas menyiratkan pertanyaan tentang, apakah aplikasi itu tahu, ketika orang-orang tidak menemukan siapa-siapa untuk mereka tertawakan, untuk mereka rendahkan, untuk mereka maki, untuk mereka benci... mereka mulai menertawakan dirinya sendiri. Mereka merendahkan dirinya sendiri. Mereka memaki dirinya sendiri. Mereka membenci dirinya sendiri. Setelah melakukan itu semua pada diri mereka sendiri, mereka melakukan hal yang sama pada sesamanya, sesamanya yang telah melakukan hal yang sama tadi pada dirinya sendiri. Dan, kembali, mereka yang pertama dan mereka yang lainnya melakukan hal yang sama tadi pula, pada transman, pada transpuan.

***

Surabaya, 22 Januari 2021



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kota Besar

liburan kenaikan kelas lima sama seperti sebelum-sebelumnya setahun sekali naik mobil jalan-jalan ke rumah Pakde Nono di kota besar perjalanan yang melelahkan dan bikin masuk angin karena empat jam lebih jendelanya terbuka lalu pandangku teralihkan dengan megahnya baliho-baliho raksasa yang tidak pernah ada di kotaku bergambar 2 orang kaya pakai baju rapi sedang berjabat tangan ditambah tulisan bahasa inggris berbelit-belit yang tidak kumengerti artinya baliho lain bergambar mobil sedan mengkilap yang tidak pernah kulihat langsung kutebak harganya mahal sekali baliho lainnya lagi, ada yang bergambar makanan enak dengan piring besar ada yang bergambar rumah mewah dan keluarganya sedang bergandengan ada yang bertulisan angka-angka yang rumit dan nama-nama bank ada yang bergambar film-film barat yang perempuannya pakai baju seksi ada yang bergambar mahasiswa-mahasiswa ganteng dan cantik sedang belajar dan aku tidak bosan memandanginya kutebak juga, nantinya mahasiswa pa...

CATCH A NOTHING (Indonesia & English)

Jalan yang panjang gersang hanya dapat kutatap fatamorgana organ tubuh seakan ingin berteriak lantang "aku mau mati, aku mau mati" Tatapan kosong tak kunjung usai Kakiku menyeret tak lagi lurus sekali lagi mereka berteriak "aku mau mati, aku mau mati" kecuali hati Tak mau berhenti, terus memaksa tak mau menyerah, semangat membara Padahal mereka ingin menutup mata ingin lepas dari ini, ingin bahagia kecuali hati Sampai kulihat sesosok bayangan Jarakku 1 kilometer dengannya hati memaksa kaki berjalan terengah-engah berharap disambutnya kukedipkan mata dan mendekat jarakku 2 kilometer dengannya kukedipkan mata dan mendekat jarakku 4 kilometer dengannya menjauh aku mendekat dia menjauh menjauh hingga aku terjatuh dan terbaring Long   road   arid I looked   only be   a mirage organs   of the body   as if to   scream   out loud " I   want to die ,   I   want to die " Blank stares   not end Draggi...

Kembali

waktu tak pernah kugenggam apalagi ku sesali berdiri dan berlari tak pernah kuasa apalagi kulawan berdiri dan berlari kita bukan kita aku dan kau masih tersenyum masih bersedih masih mengingat