Untukku, mempribadi adalah mandi air panas. Semasa dimandikan sampai mandi sendiri, tubuh cilik ini tidak suka air dingin, bahkan air panas yang hampir mendingin. Maka aku tidak pernah mau pakai ember. Kurang praktis tapi nikmat luar biasa, kuisi gayung dengan 4/5 air dingin, 1/5-nya air umup dari dalam ceret. Sekali gebyur, isi lagi. Begitu sampai sabunan dan selesai.
Mandi air panas, adalah setengah jam di tengah malam yang mengingatkan masa bahagia mengetahui lampu jalan membuat bayanganku dan aku sendiri tak henti balapan. Menyadarkan bahwa kemarau-hujan kemarau-hujan terus mendewasa dan memburuk komunikasinya. Mandi air panas adalah setengah jam di tengah malam meninggalkan kemunafikan dan mensyukuri kehampaan. Alternatif jika tak sempat mampir ke tempat minum bir atau waktu ingin mendengar Stacey Kent satu album tapi Spotify tidak premium.
Kepulnya penuh, naik membentuk atap rumah, mendengar percik air berkeluh kesah.
Surabaya, 20 November 2019

Komentar
Posting Komentar