Langsung ke konten utama

Tanahku Sedang Berduka



Tanahku sedang berduka
mata air dan lahan-lahan penghidupan
diratakan traktor-traktor berlabelkan pabrik maupun perusahaan
mengatasnamakan kebutuhan masyarakat dan pembangunan
kelak menjadi selokan-selokan kering
negeri kaya raya yang subur tanahnya
menangis karena dedaunan layu, abu-abu dan berdebu
kehidupan dan penghidupan
mengeras, kemudian tergantikan
menyisakan luka kemanusiaan, terus membekas sampai hari depan


Tanahku sedang berduka
ilmu pengetahuan di dalam kebohongan
lantang membicarakan kajian-kajian
dan berbisik-bisik tentang keuntungan-keuntungan
kematian akal sehat dalam kekuasaan
keberpihakan pada setan-setan
tindak kekerasan aparat
melapangkan jalan lewat fitnah dan ancaman
penindasan yang menutupi ketakutan
sekuat tenaganya
mematikan ide-ide
mematikan keadilan
mematikan keberanian dan welas asih ajaran ibu kita
mematikan kebenaran yang tak pernah bisa mati

Tanahku sedang berduka
tapi esok matahari akan terbit kembali
memberi cahaya, menyengat luka
padi-padi, jagung dan kacang-kacangan
derita dan sukacita
mereka menundukkan kepala, bergandeng erat dan bersiap melanjutkan
perjuangan menjaga tanah negeri
perjuangan menjaga generasi
perjuangan menjaga kehidupan
jangan takut
berdiri atas nama nurani
berserah diri dan bersaksi kepada Tuhan
jangan takut
ibu bumi akan mengadili
ibu bumi akan menyelamatkan

“Ibu bumi wis maringi,
Ibu bumi dilarani,
Ibu bumi kang ngadili,
La ilaha illallah, Muhammadur rasulullah”
-Syahadat Bumi yang terus dilantunkan Petani menggelar aksi perjuangan Kendeng

***

MH, Surabaya, 26 Maret 2017
Untuk Ibu Patmi, perjuanganmu tak bakal bisa dihapuskan dari sejarah negeri.
Juga untuk adik-adikku Teater  Rumpun Padi
#kendenglestari

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kota Besar

liburan kenaikan kelas lima sama seperti sebelum-sebelumnya setahun sekali naik mobil jalan-jalan ke rumah Pakde Nono di kota besar perjalanan yang melelahkan dan bikin masuk angin karena empat jam lebih jendelanya terbuka lalu pandangku teralihkan dengan megahnya baliho-baliho raksasa yang tidak pernah ada di kotaku bergambar 2 orang kaya pakai baju rapi sedang berjabat tangan ditambah tulisan bahasa inggris berbelit-belit yang tidak kumengerti artinya baliho lain bergambar mobil sedan mengkilap yang tidak pernah kulihat langsung kutebak harganya mahal sekali baliho lainnya lagi, ada yang bergambar makanan enak dengan piring besar ada yang bergambar rumah mewah dan keluarganya sedang bergandengan ada yang bertulisan angka-angka yang rumit dan nama-nama bank ada yang bergambar film-film barat yang perempuannya pakai baju seksi ada yang bergambar mahasiswa-mahasiswa ganteng dan cantik sedang belajar dan aku tidak bosan memandanginya kutebak juga, nantinya mahasiswa pa...

Catatan: Ibu dan Perempuan-Perempuan Lainnya

     Kabar dari ibu sungguh merusak pagi. Pekerjaan bapak adalah dokter gigi, dan sudah dua bulan jarang datang ke poli karena pandemi. Aktivitasnya hanya menangani keadaan-keadaan darurat, seperti halnya subuh tadi ia tergopoh-gopoh berangkat untuk menjalankan operasi. "Rumah sakit menghubungi. Salah seorang mahasiswi yang diampu bapak masuk UGD. Ia dihajar pacarnya sampai patah tulang rahang. Barangkali remuk".      Aku menggigil seketika. Mikrofon ponsel kujejali sumpah serapah, pada satu kesempatan marah-marah sebab mengetahui sekali lagi praktik kekerasan dalam sebuah hubungan. "Kira-kira terjadi masalah apa, sampai laki-lakinya kesetanan menghajar begitu?", tanya ibu. Tidak! Tidak tentang permasalahan yang sedang mereka berdua alami, tidak pula tentang ikut campur setan dalam kejadian ini! Sungguh identitas gender membuat bangsat itu merasa berhak mendominasi, punya kontrol atas pasangannya, berujung kekerasan pada akhirnya. Sungguh rapuh dan memalu...

Air Mata, Bahagia

cerpen singkat lagi.. hanya mengarang. maaf jelek. bikinnya kesusu. hehe  ************** "kita gak pernah sejalan.. met malem" putra menangis lagi. berkali-kali ia menangis saat malam tak peduli lagi bahwa ia dilahirkan sebagai lelaki badannya kurus, tapi mumpuni lengan penuh tattoo tapi hatinya yang lemah perasaannya yang lemah mengalahkan semua itu ia ingin dimengerti pemikirannya ingin dimengerti tapi apa yang ia pikirkan, tidak pernah sejalan dengan apa yang dipikirkan kekasihnya, tami. gambar, buang gambar, buang gambar, buang untuk melukiskan wajah kekasihnya pun ia tak bisa wajar kalau orang biasa tapi putra berbeda putra lebih "seniman" dibandingkan teman-temannya jika begini ? kesulitan melukiskan wajah kekasihnya yang 4 tahun dia pandang air mata ia menangis ia menangis karena ia tahu, ia lebih mudah melukiskan air mata di wajah kekasihnya yang 4 tahun ia pandang teknik melukis air mata yang sangat putra kuasai rasa sesal ...