malam di musim hujan ini
deras sekali di luar jendela
suaranya begitu nyaring
menutup suara tangismu
dimana banyak orang berkata
saat-saat paling sepi adalah saat bangun dan sebelum tidur
derai-derainya melawan sepi itu dengan berani
lampu malam yang pantulannya bergoyang-goyang di aspal basah
memang mengakui banyak duka di jalanan yang ia terangi
tapi ia memilih menceritakan kisah yang bahagia-bahagia
puluhan puisi yang kadang tidak bagus
kata-katanya seperti tangis bayi yang baru lahir
fals dan penuh kejujuran
menemani tiap-tiap orang yang sedang bergelut dengan kerinduan
aku ingin tiap tulisan menjadi kekuatan
seperti alam dan seisinya yang bahu-membahu menjadi temanmu
seperti masa lalu yang selalu tega dan tidak pernah berbohong
juga masa lalu yang mengajarkan kebijaksanaan dan cara menyikapi masa depan
tulisan yang dengan lembutnya mengatakan,
"ah, kau sudah baik-baik saja"
***
Untuk adik-adikku Teater Rumpad
Surabaya, 14 Februari 2017

Komentar
Posting Komentar