Langsung ke konten utama

Baik-Baik Saja




malam di musim hujan ini
deras sekali di luar jendela
suaranya begitu nyaring
menutup suara tangismu
dimana banyak orang berkata
saat-saat paling sepi adalah saat bangun dan sebelum tidur
derai-derainya melawan sepi itu dengan berani


lampu malam yang pantulannya bergoyang-goyang di aspal basah
memang mengakui banyak duka di jalanan yang ia terangi
tapi ia memilih menceritakan kisah yang bahagia-bahagia

puluhan puisi yang kadang tidak bagus
kata-katanya seperti tangis bayi yang baru lahir
fals dan penuh kejujuran
menemani tiap-tiap orang yang sedang bergelut dengan kerinduan

aku ingin tiap tulisan menjadi kekuatan
seperti alam dan seisinya yang bahu-membahu menjadi temanmu
seperti masa lalu yang selalu tega dan tidak pernah berbohong
juga masa lalu yang mengajarkan kebijaksanaan dan cara menyikapi masa depan
tulisan yang dengan lembutnya mengatakan,
"ah, kau sudah baik-baik saja"

***

Untuk adik-adikku Teater Rumpad
Surabaya, 14 Februari 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kota Besar

liburan kenaikan kelas lima sama seperti sebelum-sebelumnya setahun sekali naik mobil jalan-jalan ke rumah Pakde Nono di kota besar perjalanan yang melelahkan dan bikin masuk angin karena empat jam lebih jendelanya terbuka lalu pandangku teralihkan dengan megahnya baliho-baliho raksasa yang tidak pernah ada di kotaku bergambar 2 orang kaya pakai baju rapi sedang berjabat tangan ditambah tulisan bahasa inggris berbelit-belit yang tidak kumengerti artinya baliho lain bergambar mobil sedan mengkilap yang tidak pernah kulihat langsung kutebak harganya mahal sekali baliho lainnya lagi, ada yang bergambar makanan enak dengan piring besar ada yang bergambar rumah mewah dan keluarganya sedang bergandengan ada yang bertulisan angka-angka yang rumit dan nama-nama bank ada yang bergambar film-film barat yang perempuannya pakai baju seksi ada yang bergambar mahasiswa-mahasiswa ganteng dan cantik sedang belajar dan aku tidak bosan memandanginya kutebak juga, nantinya mahasiswa pa...

CATCH A NOTHING (Indonesia & English)

Jalan yang panjang gersang hanya dapat kutatap fatamorgana organ tubuh seakan ingin berteriak lantang "aku mau mati, aku mau mati" Tatapan kosong tak kunjung usai Kakiku menyeret tak lagi lurus sekali lagi mereka berteriak "aku mau mati, aku mau mati" kecuali hati Tak mau berhenti, terus memaksa tak mau menyerah, semangat membara Padahal mereka ingin menutup mata ingin lepas dari ini, ingin bahagia kecuali hati Sampai kulihat sesosok bayangan Jarakku 1 kilometer dengannya hati memaksa kaki berjalan terengah-engah berharap disambutnya kukedipkan mata dan mendekat jarakku 2 kilometer dengannya kukedipkan mata dan mendekat jarakku 4 kilometer dengannya menjauh aku mendekat dia menjauh menjauh hingga aku terjatuh dan terbaring Long   road   arid I looked   only be   a mirage organs   of the body   as if to   scream   out loud " I   want to die ,   I   want to die " Blank stares   not end Draggi...

Kembali

waktu tak pernah kugenggam apalagi ku sesali berdiri dan berlari tak pernah kuasa apalagi kulawan berdiri dan berlari kita bukan kita aku dan kau masih tersenyum masih bersedih masih mengingat