untuk enjelita,
aku memikirkanmu malam ini
rapuh,
dan begitu rapuh karena ketidakbijaksanaan ini
begitu banyak kuciptakan kenangan
dan begitu tidak siap ku melawan masa depan
jujur saat bertemu begitu banyak inginku
memelukmu
menatap matamu dekat
membelai rambutmu indah
mengecup keningmu hangat
tetap memelukmu erat
enjelita,
aku merindukanmu
entahlah,
bisa jadi ini surat terakhir
bisa jadi tidak
selama lagu kicau burung masih bersenandung
aku tetap akan mengingatmu
apakah kau mengerti
tentang aku dan perasaanku?
apakah kau merasa
tentang aku dan sifatku?
ya, pertanyaan yang benar
logis
sempurna untuk lelaki pecundang
pengecut
sudahlah
cukup aku memandangmu sendu
tanpa melangkah
aku tak mau
sebuah rasa dimana semakin aku melangkah
akan semakin besar
semakin besar
semakin besar
dan hilang
Komentar
Posting Komentar