Langsung ke konten utama

Sebuah Cerita - Nama Sementara (COPYRIGHT)

sebuah naskah hebat buatan sahabat saya, RIFKY EKO SETIAWAN ( FB : Sinkron Ripky), naskah yang kami mainkan di panggung TEATER SINKRON pada tanggal 3 Maret 2012. Di dalamnya tersisip puisi AKU PADAMU ( Marsetio Hariadi) dan EMBUNKU SAYANG (Rifky Eko Setiawan) . Enjoy ..

***

Jreng....
(Sebuah Into lagu Dara-Peterpan melantun ditengah kegelapan)
Seorang pria dipanggung bernyayi sambil menggenjreng gitarnya seraya sebuah lampu hidup menyorotinya

dara jangan kau bersedih
ku tahu kau lelah
tepiskan keruh dunia
biarkan mereka, biarkan mereka
tenangkan hati di sana
tertidur kau lelap
mimpi yang menenangkan
biarkan semua, biarkan semua

kurangi beban itu
tetap lihat ke depan
tak terasingkan dunia
dua jiwa yang perih
masih ada di sana
untuk kita berdua
dalam hati yang menyatu
tempat kita berdua


 ***

Rindu, entah sampai kapan kau kan selalu bermain dalam kegelapanku
berayun ditengah simfoni kenggunan matamu
aku tak ingin selalu bergelayut dengan matahari yang kan membakarku
aku ingin dingin, dingin bekukan mata hati ini mendekapmu

tapi rindu, kini kau terlalu jauh

lengan yang Dia ciptakan tak sanggup lagi menggapaimu
aku hanya ingin rindu yang kau buang saat perpisahan mengakhiri kesadaranku
rindu, aku merindukan kerinduan yang ada dalam rindumu

sajak rindu, tak akan mampu bergemuruh membatasi dinding angkuhmu
semuanya, kan kugapai redup yang menjamah lubuk hatimu

***

Tidakkah kau lihat sapaan senja tiap kau rebahkan bahumu
sajak rindu takkan membuatnya kan bersimpuh diantara selangkanganmu
tak perlu duduk melamun menanti jatuhnya bintang
tak berharga
sungguh tak bermakna

mending (menyulut rokok dan mengisapnya)
buanglah waktumu tuk berkumpul dengan ahli hisap
menikmati detik demi detik tannpa amarah, tanpa amanah

lontarkan senyuman
hingga kau pun tersenyum
sampai pulang ke rumah
terbawa mimpi
lontarkan senyuman

oktober, november, desember, januari

nyanyian nyanyian indah
menggenggam tanganmu
menumbuhkan sayap di punggungmu
terbang
helai lembut malaikat berjatuhan

karenamu
oktober, november, desember, januari

tatap mata berkaca
hangat memelukmu
tajam mengertimu
selembar sapu tangan basah karena air matamu
tajam mengertimu
tajam mengertimu

oktober, november, desember, januari

selalu terang di pagi buta
selalu terang di dingin malam
selalu ada di pandanganmu
selalu ada di hati itu

oktober, november, desember, januari

aku padamu
ku juga pulang ke rumah
tak pernah bermimpi
aku padamu
terus memandang langit
yang penuh helai bulu milik malaikat berjatuhan
aku padamu
yang basah sekujur tubuhnya akan air mata
akan sesal tak memiliki rasa
aku padamu
selalu ada di pandanganmu
mengalir di pipi setiap waktu

karena
itu dia, bukan kamu

***

Tidak
kau tak pernah tau siapa dia

Ya, aku tahu lebih dari dirimu

tapi aku mencintainya

Ya, aku tahu kau mencintainya

dan dia juga mencintaiku
dia akan datang dengan tujuh tangkai bunga mawar, sambil berlari memelukku

Tidak, dia tidak mencintaimu
dan dia tidak akan datang kembali padamu

Bohong..
kau bohong..
kau tak tahu apa apa tentang aku dan dia

Tidak
aku tahu semuanya
aku membawa surat untukmu, yang seharusnya kau baca berbulan bulan yang lalu

mengambil selembar dari dua lembar surat yang ada

Embun, maaf . . .
terlalu lancang aku menggoreskan tinta di atas selembar kertas yang kian menguning ini . . .
tak seharusnya aku berlaku pengecut begini,
inginku ungkap di hadapan kedua matamu,
tapi enggganku menerpa di setiap niatku menghampirimu . . .

sayang . . .
percayakah kini engkau pada takdir?
takdir yang membawamu mengenalku lebih dari temanku . . .
takdir yang mengantarmu melintasi relung hati kelabu ini . . .
sungguh adil Tuhan kepadaku yang telah mengijinkanku untuk menyayangimu . . .
sujudku mungkin tak akan pernah mampu membalas karunia itu . . .


sayang . . .
sejujurnya,
akupun ingin seperti mereka, menjalani kasih sewajarnya . . .
bercanda, mesra, mengerti, diperhatikan . . .
namun sekali lagi ijinkan aku bertanya, bukankah wajarmu sama dengan fikirku selama ini?

aku memang pecundang . . .
menggenggam tangnmu saja aku tak mampu,
nyaliku terlalu rendah untuk melakukan itu . . .
Embun, aku hanya ingin menjagamu sewajarnya . . .
mencintaimu dengan seadanya . . .
menyayangimu sepenuh hatiku . . .

Aku bukanlah patung yang tahan akan badai rindu . . .
menahan itu sungguh sangat menyiksa . . .
sesak di dada tak akan kunjung berlalu saat air mata kian mengalir . . .

aku akan pergi sayang . . .
harus ku penuhi kewajibanku . . .
bahagiamu adalah prioritasku . . .
dan wajib ku tempuh lika liku hidupku untuk memintamu kelak,
tuk buatmu di disisiku sepanjang hayatku . . .

setiap waktu, akan ku telan pil pahit penawar rindu padamu . . .
sesak ini kan membunuhku perlahan . . .
namun tak ingin aku buatmu tersiksa sayang . .
engaku ku beri kebebasan . . .

mungkin aku kan bersedih saat aku tahu kau tak lagi memilihku . . .
tapi itu takkan lama, karna ku tahu kau akan bahagia tanpaku di sana . . .
bersama seorang yang kan selalu menjaga, mengerti, dan selalu memahami perasaanmu . . .
bukan seperti aku . . .

sayang, dengarkan jeritan ini . . .
aku menyayangimu . . .
seperti diammu menyayangiku . . .
walau tak pernah terucap sedikitpun dari bibir indahmu . . .

END

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kota Besar

liburan kenaikan kelas lima sama seperti sebelum-sebelumnya setahun sekali naik mobil jalan-jalan ke rumah Pakde Nono di kota besar perjalanan yang melelahkan dan bikin masuk angin karena empat jam lebih jendelanya terbuka lalu pandangku teralihkan dengan megahnya baliho-baliho raksasa yang tidak pernah ada di kotaku bergambar 2 orang kaya pakai baju rapi sedang berjabat tangan ditambah tulisan bahasa inggris berbelit-belit yang tidak kumengerti artinya baliho lain bergambar mobil sedan mengkilap yang tidak pernah kulihat langsung kutebak harganya mahal sekali baliho lainnya lagi, ada yang bergambar makanan enak dengan piring besar ada yang bergambar rumah mewah dan keluarganya sedang bergandengan ada yang bertulisan angka-angka yang rumit dan nama-nama bank ada yang bergambar film-film barat yang perempuannya pakai baju seksi ada yang bergambar mahasiswa-mahasiswa ganteng dan cantik sedang belajar dan aku tidak bosan memandanginya kutebak juga, nantinya mahasiswa pa...

CATCH A NOTHING (Indonesia & English)

Jalan yang panjang gersang hanya dapat kutatap fatamorgana organ tubuh seakan ingin berteriak lantang "aku mau mati, aku mau mati" Tatapan kosong tak kunjung usai Kakiku menyeret tak lagi lurus sekali lagi mereka berteriak "aku mau mati, aku mau mati" kecuali hati Tak mau berhenti, terus memaksa tak mau menyerah, semangat membara Padahal mereka ingin menutup mata ingin lepas dari ini, ingin bahagia kecuali hati Sampai kulihat sesosok bayangan Jarakku 1 kilometer dengannya hati memaksa kaki berjalan terengah-engah berharap disambutnya kukedipkan mata dan mendekat jarakku 2 kilometer dengannya kukedipkan mata dan mendekat jarakku 4 kilometer dengannya menjauh aku mendekat dia menjauh menjauh hingga aku terjatuh dan terbaring Long   road   arid I looked   only be   a mirage organs   of the body   as if to   scream   out loud " I   want to die ,   I   want to die " Blank stares   not end Draggi...

Kembali

waktu tak pernah kugenggam apalagi ku sesali berdiri dan berlari tak pernah kuasa apalagi kulawan berdiri dan berlari kita bukan kita aku dan kau masih tersenyum masih bersedih masih mengingat