Langsung ke konten utama

Ia Menyayangimu

http://myyearwithoutclothesshopping.com

tulisan biasa yang sulit dibaca, karena ia menuliskannya saat gemetar
 
***

ironi dalam bahagia setiap berpapasan
menatap jahitan nama di seragam sekolahnya
senyum simetris yang tidak pernah punya kesan

tak adakah rasa takut ia marah ?

more than words
seperti inikah, tak dapat diinginkan
more than words
seperti inilah, tak dapat diinginkan
lalui pergantian malam yang pasrah

tak adakah rasa takut ia lelah ?

inilah seni
yang bisa ia sampaikan lewat sandiwara
sandiwara kecil yang memang sulit tersampaikan
seni perasaan

tak adakah rasa takut langkahnya terhenti ?

akhir kata dalam tulisan ini, maaf
masih ada disana
untuk kita berdua
dalam hati yang menyatu
tempat kita berdua
(ariel - dara)

tak adakah rasa takut ia marah ?
tak adakah rasa takut ia lelah ?
tak adakah rasa takut langkahnya terhenti ?

tak adakah rasa takut ia marah ?
tak adakah rasa takut ia lelah ?
tak adakah rasa takut langkahnya terhenti ?

tak adakah rasa takut ia marah ?
tak adakah rasa takut ia lelah ?
tak adakah rasa takut langkahnya terhenti ?

tak adakah rasa takut ia marah ?
tak adakah rasa takut ia lelah ?
tak adakah rasa takut langkahnya terhenti ?

tak adakah rasa takut ia marah ?
tak adakah rasa takut ia lelah ?
tak adakah rasa takut langkahnya terhenti ?

tak adakah rasa takut ia marah ?
tak adakah rasa takut ia lelah ?
tak adakah rasa takut langkahnya terhenti ?

tak adakah rasa takut ia marah ?
tak adakah rasa takut ia lelah ?
tak adakah rasa takut langkahnya terhenti ?

tak adakah rasa takut ia marah ?
tak adakah rasa takut ia lelah ?
tak adakah rasa takut langkahnya terhenti ?

tak adakah rasa takut ia marah ?
tak adakah rasa takut ia lelah ?
tak adakah rasa takut langkahnya terhenti ?

tak adakah rasa takut ia marah ?
tak adakah rasa takut ia lelah ?
tak adakah rasa takut langkahnya terhenti ?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Klakson

     Dugaanmu cerita singkat ini mendeskripsikan penderitaan hidup di kota dan berakhir begitu-begitu saja. Tunggu. Kau harus baca. Aku akan memulainya dengan antrian panjang kendaraan para pekerja yang ingin segera pulang di lampu merah. Lampu merah yang beberapa waktu setelahnya berubah menjadi hijau tapi antrian tidak bergerak sebab dihentikan polisi dan mobil pejabat yang akan segera lewat dari jalan lainnya. Itu-itu saja? Ya, itu-itu saja. Aku berulang mengalaminya dan merasa kesal tidak dapat melakukan apa-apa. Rasa kesal yang kemudian menjadi berlipat-lipat mengetahui orang-orang juga tidak dapat melakukan apa-apa, atau malah terkesan tidak ingin sebab ekspresi mereka menunjukkan seakan tidak sedang terjadi apa-apa.      Tapi tidak, petang itu. Dari jalan Ciliwung, lampu merah berubah jadi hijau. Antrian kendaraan tidak bergerak, tapi mesinnya menderu-deru. Tiga polisi menghentikannya, mengayun-ayunkan stick berlampu. Jelas mobil pejabat akan lewat. ...

Mata

Hei, Aku mencinta pada hal-hal sederhana Melihatmu menyelipkan rambut di belakang telinga karena khawatir tampak tidak cukup rapi Ah, akupun juga khawatir tulisan ini sama sekali tidak membawa arti Aku mencinta pada hal-hal sederhana Melihatmu berkenalan dengan anak kucing sambil mengomel tentang mahasiswa-mahasiswa yang begitu mencintai dirinya sendiri

Jangan Menangis, Adikku

adikku, aku pernah menceritakan padamu tentang laki-laki yang bekerja dalam dendamnya tawa dan keikhlasan menggantikan tangisnya bertindak begitu bijaksana dalam amarahnya dan kau mengaguminya aku pernah menceritakan padamu tentang perumpamaan-perumpamaan bagus milik sajak penyair besar tentang semua laku kehidupan yang saling berhubungan dan kau terus mempertanyakannya ingatkah kau adikku, aku pernah menceritakan padamu tentang buku-buku yang mengantar kita lintas waktu dan peristiwa yang memberi tahu tentang kejujuran, kekuatan, dan keberanian yang memberi tahu tentang kenyataan dan tragedi yang memberitahu bahwa kita bukan siapa-siapa bahwa kita manusia kecil yang tidak tahu apa-apa dan kau mengajakku untuk berbicara masa depan