Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2012

INFRA MERAH

lagi-lagi. rasa tidak terima saya terhadap suatu fenomena yang mungkin sudah terjadi ratusan tahun yang lalu, sampai sekarang. sebuah karya, jalan lain daripada kritis di siang bolong, tapi waktu seolah berhenti. jam tidak berputar. statik. *** Tetes air deras menggetarkan Memaksa kami Keluar dari lorong yang hampir penuh Jarum-jarum bening membeku Memaksa kami melawan Panas aspal dan mesin raksasa Penghancur Terciprat darah Tangis Serak parau bagian dari kami Kami tak butuh dipercaya Eksplorasi fatamorgana belaka Demokrasi topeng babi Hina sehina-hina tersiksa Tersenyum Utopia yang menyedihkan Lawan “mereka” bukan mereka Lawan “mereka” adalah kami Dua kursi Empat mata Rantai dan isolasi hitam Karung penuh serangga buas Hisapan darah yang mulai membiru Apa masih berani mengambil dompet Ambil alih konotasi budaya Sekarang kami tikusnya Bukan mereka

GUNDUL

Ini adalah rasa tidak terima saya terhadap suatu fenomena yang terjadi 1 bulan yang lalu. atau mungkin sudah terjadi ratusan yang lalu, sampai sekarang. sebuah karya, jalan lain daripada kritis di siang bolong, tapi waktu seolah berhenti. jam tidak berputar. *** Adalah helaian benang hitam Membelah tajam memerah panas Tiap tusuk tinta itu punya arti Tergambar jelas dalam daging setengah matang Bukan amarah bukan membawa resah Hanya kelurusan dan otentik sisi hidup Direnggut paksa Kerangka harapan yang terpaksa Mengalah pada realita Menangis pada jarum Merenung pada sobekan kain Berontak pada besi tajam Sempurna itu tak ada Dua bilah rumput berembun Tak akan persis sama Dua janin putra Tuhan tak akan berjalan bersama Rangkaian kata diwakili padan vokal konsonan Sudah tua dan patut dihancurkan Ketidaksempurnaan dalam ketidaksempurnaan Bukan dunia yang munafik Wahai langit Mereka hidup untuk damai Tapi dengar, Mereka juga punya dendam

LANGSUNG SAJA, MAAF

rentetan tulisan dari saya entah ini namanya apa. yang penting karya. bisa dari senang, sedih, galau, diam, pertemuan, perpisahan, dll. terima kasih sudah mau membaca opening ini. :) *** langsung saja, maaf jujur ku terseret dipermainkan rimba jiwa auman burung berwarna-warni jujur ku disilaukan cahaya pembuluh darah kicauan harimau birahi pertama, standing applaus for you standing applaus for your... you know what kapan aku memujimu ? kedua, sebuah parsel untukmu parsel satu truk coklat, dont be sad mungkin 1 trailer merah atau 1 kapal kargo ? maaf. saya masih ingat suatu quotes seniman hebat (amin) Marsetio namanya "...yang penting tanggung jawab dan jaga perasaan..." ini tanggung jawabnya memutar kompas dari utara ke selatan mungkin, membalik patung Liberty sampai kepalanya di bawah membalik NTB dengan NTT ? Tidak bisa atau sulit ya ? ini pengakuan salahku cemilanku terlalu banyak MSG aku jugaa.. terlalu banyak mengunjungi ruma...

TEATER SINKRON - Monoplay - LEBUR (Photograph)

  Actor and Crew (ki-ka) : Putri, Kipli, Saya, Ulvi (Photograph), Tiar (Ilustrator), Agga (Ilustrator)

Air Mata, Bahagia

cerpen singkat lagi.. hanya mengarang. maaf jelek. bikinnya kesusu. hehe  ************** "kita gak pernah sejalan.. met malem" putra menangis lagi. berkali-kali ia menangis saat malam tak peduli lagi bahwa ia dilahirkan sebagai lelaki badannya kurus, tapi mumpuni lengan penuh tattoo tapi hatinya yang lemah perasaannya yang lemah mengalahkan semua itu ia ingin dimengerti pemikirannya ingin dimengerti tapi apa yang ia pikirkan, tidak pernah sejalan dengan apa yang dipikirkan kekasihnya, tami. gambar, buang gambar, buang gambar, buang untuk melukiskan wajah kekasihnya pun ia tak bisa wajar kalau orang biasa tapi putra berbeda putra lebih "seniman" dibandingkan teman-temannya jika begini ? kesulitan melukiskan wajah kekasihnya yang 4 tahun dia pandang air mata ia menangis ia menangis karena ia tahu, ia lebih mudah melukiskan air mata di wajah kekasihnya yang 4 tahun ia pandang teknik melukis air mata yang sangat putra kuasai rasa sesal ...

SEMOGA JADI SEMANGAT

 sebuah cerpen singkat. inspirasi dari teman saya..  ************** malam yang dingin.. hati dan pemikiran yang sinkron mengukir mata samudera mengukir bibir jurang di pinggir air terjun melukis indah langit nan biru menggoreskan kuas tetesan kental cat putih tetes demi tetes membentuk titik awan sedikit dipusingkan asap tembakau "cantiknya.. aku kangen aku rindu senyummu suaramu saat berbicara denganmu.." ah mataku ngantuk pisau terus menyeret menajamkan batang pensil yang akan kubuat menulis sret..stret.. sret.. detik jam makin ngantuk "aku hanya bisa terdiam melihatmu adakah aku dihatimu ? Yang kau rasakan tentang pengagummu ini mungkin semua telah bahagia disana bersuka cita namun teman, aku masih terdiam memilih ini sebagai kisahku