Langsung ke konten utama

Jadi, Siapa Yang Sedang Berduka Hari Ini?

    Dulu saya pikir, petang menjadi terasa mencekam ketika seseorang sedang berduka. Saya sedang berduka sejak dua minggu lalu. Dan ya, benar terasa seperti itu.

    Maka petang kali ini, sepulang bekerja, saya tidak ingin langsung pulang ke rumah menghampiri sepi. Di seberang pasar burung dekat pemakaman Kembang Kuning, ada warung bakso dan bubur kacang hijau yang lampunya terang sekali. Saya mampir. Ramai. Kendaraan parkir berjajar. Pengunjung antri berdiri. Saya memarkir motor dekat gerobak botol bensin yang berjarak beberapa meter di sebelah warung. Penjaganya nenek tua yang duduk diam dan tidak berekspresi apa-apa. Di warung, penjualnya sibuk membungkus kuah bakso. Belasan. Cekatan. Ia meladeni pembeli sambil bercanda dengan rekannya yang membuatkan bubur kacang hijau. Senyum-senyum, bicara lagi, senyum-senyum lagi. Tangannya tidak berhenti bekerja. Wajahnya kelihatan bahagia. Ah, siapa tahu. Barangkali ia sedang berduka. Sama seperti saya. Orang-orang pintar berpura-pura. Atau terbiasa. Saya pesan kemudian makan semangkuk bakso dan semangkuk kacang hijau, sambil sesekali menoleh pada nenek penjaga gerobak botol bensin. Ia tetap duduk diam dan tetap tidak berekspresi apa-apa. Barangkali ia yang sedang berduka. Sama seperti saya. Seseorang yang sedang berduka akan banyak berdiam diri bersama pikiran-pikirannya. Atau berdoa.

    Saya ingat pagi tadi, di lampu merah, seorang perempuan yang mengendarai motor membawa tas di punggung dan resletingnya terbuka. Laptopnya kelihatan. Saya berhenti di sebelahnya dan memberitahukan hal itu. Ia berterima kasih dan cepat-cepat menutup resleting tas sebelum lampu berubah jadi hijau. Oh. Barangkali ia sedang berduka. Sama seperti saya. Seseorang yang sedang berduka sering lupa akan sesuatu yang sederhana, seperti menutup resleting tas, misalnya. Bakso dan bubur saya sudah habis. Lampu di komplek pasar burung tiba-tiba mati. Gelap. Lalu menyala lagi. Lalu mati lagi. Barangkali listriknya sedang tidak stabil. Di dalam komplek, beberapa laki-laki telanjang dada sedang duduk dan merokok. Seseorang berdiri, menari, bergoyang di bawah lampu yang nyala mati seakan-akan sedang berada di klab malam. Goyangannya lucu. Yang lain jadi tertawa. Hmm. Barangkali salah satu dari mereka sedang berduka. Sama seperti saya. Seseorang yang sedang berduka akan lupa kesedihannya meskipun sesaat apabila teman-temannya menemani, terlebih membicarakan hal-hal yang tidak penting.

    Anak kecil di sebelah saya tiba-tiba berteriak. Ibunya yang ngobrol dengan penjual bakso kaget, lalu bertanya ada apa. Ternyata minta garpu. Ia ingin makan pentol bakso dengan garpu. Mereka sudah duduk di situ sejak tadi sebelum saya datang. Setelah diberi garpu, anak itu makan lagi dengan ekspresi senang. Apa mereka sedang berduka? Tidak kelihatan. Anak itu. Tapi sekali lagi, siapa tahu? Sepertinya anak-anak lebih cepat riang kembali setelah berduka dibanding orang dewasa.

    Suara adzan dari masjid sudah berhenti. Kesibukan tidak. Saya membayar, menyapa si nenek, lalu pulang. Di jalan, orang-orang mengendarai motor dengan kecepatan tinggi. Mereka menekan klakson dan saling mendahului. Suara knalpotnya bising. Barangkali banyak dari mereka yang sedang berduka. Sama seperti saya. Seseorang yang sedang berduka bisa jadi hanya berfokus pada diri sendiri dan segelintir orang yang ia sayangi. Atau, pernyataan terakhir ini bisa jadi tidak benar sama sekali. Jadi, siapa yang sedang berduka hari ini, atau sejak beberapa waktu lalu, sama seperti saya? Hey. Terima kasih telah membaca catatan ini, dan saya harap, anda tidak sedang berduka.

***

00.07
Surabaya, 22 Maret 2021

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kota Besar

liburan kenaikan kelas lima sama seperti sebelum-sebelumnya setahun sekali naik mobil jalan-jalan ke rumah Pakde Nono di kota besar perjalanan yang melelahkan dan bikin masuk angin karena empat jam lebih jendelanya terbuka lalu pandangku teralihkan dengan megahnya baliho-baliho raksasa yang tidak pernah ada di kotaku bergambar 2 orang kaya pakai baju rapi sedang berjabat tangan ditambah tulisan bahasa inggris berbelit-belit yang tidak kumengerti artinya baliho lain bergambar mobil sedan mengkilap yang tidak pernah kulihat langsung kutebak harganya mahal sekali baliho lainnya lagi, ada yang bergambar makanan enak dengan piring besar ada yang bergambar rumah mewah dan keluarganya sedang bergandengan ada yang bertulisan angka-angka yang rumit dan nama-nama bank ada yang bergambar film-film barat yang perempuannya pakai baju seksi ada yang bergambar mahasiswa-mahasiswa ganteng dan cantik sedang belajar dan aku tidak bosan memandanginya kutebak juga, nantinya mahasiswa pa...

CATCH A NOTHING (Indonesia & English)

Jalan yang panjang gersang hanya dapat kutatap fatamorgana organ tubuh seakan ingin berteriak lantang "aku mau mati, aku mau mati" Tatapan kosong tak kunjung usai Kakiku menyeret tak lagi lurus sekali lagi mereka berteriak "aku mau mati, aku mau mati" kecuali hati Tak mau berhenti, terus memaksa tak mau menyerah, semangat membara Padahal mereka ingin menutup mata ingin lepas dari ini, ingin bahagia kecuali hati Sampai kulihat sesosok bayangan Jarakku 1 kilometer dengannya hati memaksa kaki berjalan terengah-engah berharap disambutnya kukedipkan mata dan mendekat jarakku 2 kilometer dengannya kukedipkan mata dan mendekat jarakku 4 kilometer dengannya menjauh aku mendekat dia menjauh menjauh hingga aku terjatuh dan terbaring Long   road   arid I looked   only be   a mirage organs   of the body   as if to   scream   out loud " I   want to die ,   I   want to die " Blank stares   not end Draggi...

Tulisan Untuk Kawan

kawan, cerita yang membosankan tentang kehilangan mana ada orang yang tidak pernah? jarak adalah bagian dari perjalanan perpisahan adalah bagian dari kehidupan hari-hari lalu, kawan kasih sayang, keputusasaan, pengakuan, ketulusan, kejujuran, dan keberanian tak kurang tapi tak pernah cukup kita mainkan, mengitari tempat dan waktu dalam panggung-panggung kehidupan tiap mimik dan percakapannya berjanji tak akan pernah jauh dari permasalahan jangan dikhianati buku-buku dan kenyataan-kenyataan selalu menanti untuk dipelajari