anak itu
tahu dari berita, air keras bisa digunakan untuk melukai dan meneror orang lain
ia belajar kata-kata kotor dan kepasrahan dari kumpulan pelacur di rumah seberang jalan
ia belajar memukul setelah dipukul bocah sepantarannya sampai mimisan
ia belajar dendam setelah menonton sinetron di televisi kecil ruang tamunya
ia belajar membenci dari spanduk ormas dan selebaran-selebaran di rumah ibadah tempatnya mengaji
ia belajar menginjak-injak makanan dan menggunjing di pesta pernikahan saudaranya
ia tahu ternyata uang selalu bisa melancarkan urusan, dari kantor-kantor yang ia datangi bersama bapaknya
ia belajar korupsi waktu berangkat sekolah dari karyawan-karyawan melarat yang mengendarai motor terburu-buru
ia belajar dari guru agamanya untuk menerima aturan dan keadaan tanpa banyak bertanya
ia tahu arti kata bunuh diri waktu kampungnya geger kabar perempuan muda dan bayinya mati dalam kamar
ia belajar membunuh dari buku, film, dan lagu cinta yang sengsara
ia belajar hukum dari tentara mabuk yang menghajar maling helm waktu ada konser dangdut
ia belajar mencintai saat kakak perempuannya dibentak dan ditampar keras-keras oleh si suami
dan maaf, meski sangat memprihatinkan
harus kukatakan bahwa
anak itu
belajar mengancam dari orang tuanya sendiri
***
MH, Surabaya, 14 September 2017
Untuk adik-adikku Teater Rumpun Padi
tahu dari berita, air keras bisa digunakan untuk melukai dan meneror orang lain
ia belajar kata-kata kotor dan kepasrahan dari kumpulan pelacur di rumah seberang jalan
ia belajar memukul setelah dipukul bocah sepantarannya sampai mimisan
ia belajar dendam setelah menonton sinetron di televisi kecil ruang tamunya
ia belajar membenci dari spanduk ormas dan selebaran-selebaran di rumah ibadah tempatnya mengaji
ia belajar menginjak-injak makanan dan menggunjing di pesta pernikahan saudaranya
ia tahu ternyata uang selalu bisa melancarkan urusan, dari kantor-kantor yang ia datangi bersama bapaknya
ia belajar korupsi waktu berangkat sekolah dari karyawan-karyawan melarat yang mengendarai motor terburu-buru
ia belajar dari guru agamanya untuk menerima aturan dan keadaan tanpa banyak bertanya
ia tahu arti kata bunuh diri waktu kampungnya geger kabar perempuan muda dan bayinya mati dalam kamar
ia belajar membunuh dari buku, film, dan lagu cinta yang sengsara
ia belajar hukum dari tentara mabuk yang menghajar maling helm waktu ada konser dangdut
ia belajar mencintai saat kakak perempuannya dibentak dan ditampar keras-keras oleh si suami
dan maaf, meski sangat memprihatinkan
harus kukatakan bahwa
anak itu
belajar mengancam dari orang tuanya sendiri
***
MH, Surabaya, 14 September 2017
Untuk adik-adikku Teater Rumpun Padi
Komentar
Posting Komentar