Langsung ke konten utama

Berlayar Menuju Sunrise

wikimedia


  "mungkin akan ku tepati janjiku
 aku kembali
aku disini"

masih ingatkah aku padamu
kau yang memandangku dan aku terganggu dengan itu
kau yang berkata dan membuatku marah
kau yang menggenggam tanganku dan aku lepaskan sekuat raga

kau lelaki yang menangis
kau lelaki yang tersenyum
kau lelaki aneh yang membuat aku selalu mengingatmu

kini kau tak ada disini
semua baru kurasakan indahnya
masih terasa tatapmu di stasiun itu
pelupuk kita sama penuh air mata

aku ingin kau mengerti setiap kata yang orang itu tuliskan
benar kau mengerti
tak sepenuhnya mengerti
mengerti kata terpaksa mengerti mauku

cukup aku menangisimu
namun ini bukan terakhir
dan tak akan berakhir

maaf, aku salah
belum cukup aku menangisimu
entah aku yang menunggumu atau kau yang menungguku
tapi aku siap bahagia
atas janji janji yang pernah kita goreskan

aku masih dan akan tetap padamu
begitu juga semua yang kau miliki
semoga kita bertemu di mimpi
berlayar menuju sunrise

***

Dengar laraku
Suara hati ini memanggil namamu
Karena separuh aku
menyentuh laramu
Semua lukamu telah menjadi milikku
karena separuh aku dirimu
-Noah - Separuh Aku-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Klakson

     Dugaanmu cerita singkat ini mendeskripsikan penderitaan hidup di kota dan berakhir begitu-begitu saja. Tunggu. Kau harus baca. Aku akan memulainya dengan antrian panjang kendaraan para pekerja yang ingin segera pulang di lampu merah. Lampu merah yang beberapa waktu setelahnya berubah menjadi hijau tapi antrian tidak bergerak sebab dihentikan polisi dan mobil pejabat yang akan segera lewat dari jalan lainnya. Itu-itu saja? Ya, itu-itu saja. Aku berulang mengalaminya dan merasa kesal tidak dapat melakukan apa-apa. Rasa kesal yang kemudian menjadi berlipat-lipat mengetahui orang-orang juga tidak dapat melakukan apa-apa, atau malah terkesan tidak ingin sebab ekspresi mereka menunjukkan seakan tidak sedang terjadi apa-apa.      Tapi tidak, petang itu. Dari jalan Ciliwung, lampu merah berubah jadi hijau. Antrian kendaraan tidak bergerak, tapi mesinnya menderu-deru. Tiga polisi menghentikannya, mengayun-ayunkan stick berlampu. Jelas mobil pejabat akan lewat. ...

Mata

Hei, Aku mencinta pada hal-hal sederhana Melihatmu menyelipkan rambut di belakang telinga karena khawatir tampak tidak cukup rapi Ah, akupun juga khawatir tulisan ini sama sekali tidak membawa arti Aku mencinta pada hal-hal sederhana Melihatmu berkenalan dengan anak kucing sambil mengomel tentang mahasiswa-mahasiswa yang begitu mencintai dirinya sendiri

Jangan Menangis, Adikku

adikku, aku pernah menceritakan padamu tentang laki-laki yang bekerja dalam dendamnya tawa dan keikhlasan menggantikan tangisnya bertindak begitu bijaksana dalam amarahnya dan kau mengaguminya aku pernah menceritakan padamu tentang perumpamaan-perumpamaan bagus milik sajak penyair besar tentang semua laku kehidupan yang saling berhubungan dan kau terus mempertanyakannya ingatkah kau adikku, aku pernah menceritakan padamu tentang buku-buku yang mengantar kita lintas waktu dan peristiwa yang memberi tahu tentang kejujuran, kekuatan, dan keberanian yang memberi tahu tentang kenyataan dan tragedi yang memberitahu bahwa kita bukan siapa-siapa bahwa kita manusia kecil yang tidak tahu apa-apa dan kau mengajakku untuk berbicara masa depan