Langsung ke konten utama

Tuan Putri

Artofsumo.blogspot.com


Posting lebay lagi, setelah lama tidak posting. masih di bulan April, masih galau

***

mungkin kau sudah tahu
tapi mungkin kau takut untuk tahu
aku percaya
kau tak akan tak mau tahu

mungkin kau merasa
tapi mungkin kau takut untuk dirasa
aku percaya
kau tak akan mati rasa

mungkin kau tahu aku tersenyum disini
tapi mungkin kau takut untuk untuk juga tersenyum
aku percaya
kau akan selalu membalas senyumanku



mungkin kau yakin apa yang akan kau lakukan
tapi mungkin kau takut untuk melakukan
aku percaya
kau tahu apa yang harus dilakukan

mungkin kau bisa membaca mata ini
tapi mungkin kau takut untuk membacanya
aku percaya
disana kau terus menerka mata ini

mungkin kau tahu mau ini
tapi mungkin kau takut untuk memikirkannya
aku percaya
disana kau mengikuti apa mauku

nikmati saja,
dengan diam dan tersenyum

aku mengagumimu,
Tuan Putri...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Klakson

     Dugaanmu cerita singkat ini mendeskripsikan penderitaan hidup di kota dan berakhir begitu-begitu saja. Tunggu. Kau harus baca. Aku akan memulainya dengan antrian panjang kendaraan para pekerja yang ingin segera pulang di lampu merah. Lampu merah yang beberapa waktu setelahnya berubah menjadi hijau tapi antrian tidak bergerak sebab dihentikan polisi dan mobil pejabat yang akan segera lewat dari jalan lainnya. Itu-itu saja? Ya, itu-itu saja. Aku berulang mengalaminya dan merasa kesal tidak dapat melakukan apa-apa. Rasa kesal yang kemudian menjadi berlipat-lipat mengetahui orang-orang juga tidak dapat melakukan apa-apa, atau malah terkesan tidak ingin sebab ekspresi mereka menunjukkan seakan tidak sedang terjadi apa-apa.      Tapi tidak, petang itu. Dari jalan Ciliwung, lampu merah berubah jadi hijau. Antrian kendaraan tidak bergerak, tapi mesinnya menderu-deru. Tiga polisi menghentikannya, mengayun-ayunkan stick berlampu. Jelas mobil pejabat akan lewat. ...

Mata

Hei, Aku mencinta pada hal-hal sederhana Melihatmu menyelipkan rambut di belakang telinga karena khawatir tampak tidak cukup rapi Ah, akupun juga khawatir tulisan ini sama sekali tidak membawa arti Aku mencinta pada hal-hal sederhana Melihatmu berkenalan dengan anak kucing sambil mengomel tentang mahasiswa-mahasiswa yang begitu mencintai dirinya sendiri

Jangan Menangis, Adikku

adikku, aku pernah menceritakan padamu tentang laki-laki yang bekerja dalam dendamnya tawa dan keikhlasan menggantikan tangisnya bertindak begitu bijaksana dalam amarahnya dan kau mengaguminya aku pernah menceritakan padamu tentang perumpamaan-perumpamaan bagus milik sajak penyair besar tentang semua laku kehidupan yang saling berhubungan dan kau terus mempertanyakannya ingatkah kau adikku, aku pernah menceritakan padamu tentang buku-buku yang mengantar kita lintas waktu dan peristiwa yang memberi tahu tentang kejujuran, kekuatan, dan keberanian yang memberi tahu tentang kenyataan dan tragedi yang memberitahu bahwa kita bukan siapa-siapa bahwa kita manusia kecil yang tidak tahu apa-apa dan kau mengajakku untuk berbicara masa depan