Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2012

AKU PADAMU

cinta.. mungkin gak sih aku menulis tentang cinta? mungkin ? ya.. saya kan makin hari makin lebay. hehe ini buktinya . monggo.. *** lontarkan senyuman hingga kau pun tersenyum sampai pulang ke rumah terbawa mimpi lontarkan senyuman oktober, november, desember, januari nyanyian nyanyian indah menggenggam tanganmu menumbuhkan sayap di punggungmu terbang helai lembut malaikat berjatuhan karenamu oktober, november, desember, januari tatap mata berkaca hangat memelukmu tajam mengertimu selembar sapu tangan basah karena air matamu tajam mengertimu tajam mengertimu oktober, november, desember, januari selalu terang di pagi buta selalu terang di dingin malam selalu ada di pandanganmu selalu ada di hati itu oktober, november, desember, januari aku padamu ku juga pulang ke rumah tak pernah bermimpi aku padamu terus memandang langit yang penuh helai bulu milik malaikat berjatuhan aku padamu yang basah sekujur tubuhnya akan air mata akan sesal tak memi...

ORIENTASI

ke-lebay-an saya berlanjut. monggo.. sebuah tulisan terpaksa karena pensil yang hampir patah...   *** musim semi kalender baruku dan tersobek satu sudah kesemutan sikuku bersandar pada jendela yang makin menyilaukan ketika kudekap, kau dekaplah lebih mesra musim panas berhari hari kau berdiri diterpa ombak setinggi kaki menghadap sang surya sang tenggelam kuberanikan keluar dari pintu kayu bersembunyi di bawah pohon palm dan silir angin pantai mengganggu berhari hari kau berdiri diterpa ombak setinggi kaki tetap menghadap sang surya sang tenggelam terus kupandang tajam mahkota yang terhempas aku senang aku sedih aku marah ! Hah ! kau berkaca musim gugur "ku tetap berdiri disini hingga matahari datang kembali ku tetap berdiri disini tak akan tinggalkan jejak sakit hati wahai ombak surutlah agar ia dapat mendengar jeritku wahai malam pulanglah aku ingin memandangnya cerah wahai Tuhan kuatkan aku untuk tetap berdiri disini" kau berkaca musim dingin dingin jaket wol y...

BELAKANGAN

 jujur saya semakin lebay. hahaha monggo. sebuah tulisan di kertas yang basah terkena tetesan air mata saya.. ****  Mata harum luas samudera yang terwadah cangkir silau setitik keindahan, kecil lekuk manis art coffee yang berbinar disayangkan belakangan terjaga lampu oranye redup belaian sinar solar hitam bersuara pelan mendesir detik malam detik malam yang juga pelan tak mau diambil alih oleh pagi maafkan aku... ku tak pernah sempurna kucing kecil yang terancam mata-mata merah dan cakar tajam siap ia terima luka dan pertumpahan cinta darah hangat yang mengalir terus mencari kebenaran dan senyumnya... belakangan... aku menusuknya semakin dalam detak jantung yang tak akan terhenti karena ini pantulan sinar mata pisau yang diasah sepenuh hati