Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2011

Patriot dalam Kesendirian yang Tiada Batas

Naskah ini dibuat oleh teman saya, vokalis band (ROCK IT NOW) dan juga mencintai seni,  AGGA DYWIKA ROBBIANTAMA . Tulisannya sangat lugas dan bagus menurut saya. Silahkan membaca. *** Saat itu bulan purnama datang... menyinari alam desaku yang kucintai... tiba-tiba... Suara komandan berteriak lantang menggema menembus dinginnya alam.... dan diapun berteriak dengan lantang....."KITA HARUS MENGUSIR PARA ANTEK-ANTEK BELANDA" akupun hanya bisa membisu terdiam mendengarkan perintah yang tak bisa kutolak... perang batinpun terjadi dalam hatiku... hanya ada 2 kemungkinan untuk perintah ini... hidup sebagai seorang patriot atau hidup sebagai seorang pecundang... Setelah mendengarkan perintah itu,,kubawa diriku tuk berlari menuju sebuah gubuk reot di pinggir desa... nafasku masih terengah-terngah,kuberanikan diri tuk mengetok pintu kecil yang ada di depan mataku... sebelum aku mengetok pintu itu..tiba2 pintu itu terbuka dengan sendirinya..dan kulihat sebuah paras ayu...

AKU MASMU (Poetry)

Ditemani kopi panas dan lelah punggung karena kursi warung yang tak ada sandarannya, sendiri. *** lalu lalang lampu motor sedikit pusing memandang tajam api rokok menyala lalat-lalat di makanan kemproh menikmati ketidakadilan dan kepul magic jar rindu meneguhkan menegakkan menghambat muara dan tak ingin lagi sedikit pusing merah yang belum sepenuhnya mengalir harapan dan kebebasan seratus delapan puluh derajat tersenyum ingin ia mencari cita-cita terkekeh-kekeh di sebelahnya batuk tua penuh pengalaman adalah arti sebuah cinta satu meter berhadapan pagar kawat tajam dan sulit dindaku sayang biar aku jadi masmu do'amu hangat tiap malam mencuat sebuah dorongannya menggoreskan lupa dalam bolpoin luka senyuman tumpahan kopi aku merindukanmu do'akan aku dalam penerimaan keikhlasan dan kepercayaan saat jagung menua dan dipanen Bismillahirrohmanirrohim

AKU MASMU (Monoplay)

Sedikit kisah tentang sisi lain seorang pahlawan, terinspirasi dari buku karya Ibu Sulistina Sutomo, Bung Tomo Suamiku. Buku karya vokalis Forgotten Addy Gembel, FORGOTTEN - LARAS PERLAYA juga menginspirasi saya menulis naskah monoplay ini. Mohon maaf apabila ada kesalahan. Saya menuliskan cerita ini berdasar fakta yang saya kombinasikan dengan pemikiran imajinatif saya. Surat Bung Tomo pada istrinya adalah fakta, saya kutip dari Buku BUNG TOMO, SUAMIKU karya ibu Sulistina Sutomo. *** You're not alone there is more to this, i know you can make it out you will live to tell (saosin, you're not alone) hidup yang penuh harapan, tapi hilangnya harapan adalah kebebasan ".... Yang benar-benar mengucapkan sampai jumpa, melambaikan hati seperti selembar sapu tangan begitu deras hujan, tak setetespun yang bisa mengenyangkan kerinduan " Forgotten - Laras Perlaya di penjara bawah tanah yang penuh air hitam kotor sangat pekat, bersama bajingan-bajingan ....

BERSAMA SUJIWO TEJO - Titi Kala Mangsa

Wong takon wosing dur angkoro   Antarane riko aku iki Sumebar ron ronaning koro Janji sabar, sabar sak wetoro wektu Kolo mangsane, ni mas Titi kolo mongso Pamujiku dibiso Sinudo kurban jiwanggo Pamungkase kang dur angkoro Titi kolo mongso Saya dengan Om Tejo Kopi dengan Om Tejo