Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2017

Pertemuan Malam Tadi

dalam mimpiku malam lalu kau yang kusayang memeluk dan membelai-belai rambut ini aku sedang lelah termenung di pintu kaca

Bulan Wisuda

bulan-bulan yang mendung pekerja-pekerja pabrik pulang petang membawa sepuluh tusuk sate dan pentol seharga lima ribu berlari kecil dinanti-nantikan putra-putrinya yang kelaparan anak-anak itu, mereka sama sekali tidak bisa berkonsentrasi belajar matematika dan ilmu pengetahuan sosial mereka sama sekali kesulitan menghafal teks skenario sejarah di buku-buku sekolah dan mereka amat ketakutan karena besok ada ulangan bulan-bulan yang mendung dan sering angin kencang baliho-baliho besar wakil rakyat yang rangkanya bambu hampir ambruk tapi gambar wajah, seragam dan slogannya masih jelas dilihat pengendara yang terpaksa berhenti karena lampu lalu lintas masih merah mereka memandanginya hanya satu sampai tiga detik karena tidak kenal malahan anak mereka di jok depan yang tertarik belajar mengeja karena tulisannya besar-besar terkadang lucu mendengar pengendara membunyi-bunyikan klakson yang suaranya seperti kentut terlalu mahal beli aki baru, apalagi motor baru

Tanahku Sedang Berduka

Tanahku sedang berduka mata air dan lahan-lahan penghidupan diratakan traktor-traktor berlabelkan pabrik maupun perusahaan mengatasnamakan kebutuhan masyarakat dan pembangunan kelak menjadi selokan-selokan kering negeri kaya raya yang subur tanahnya menangis karena dedaunan layu, abu-abu dan berdebu kehidupan dan penghidupan mengeras, kemudian tergantikan menyisakan luka kemanusiaan, terus membekas sampai hari depan