Tetes air mata sebuah penyesalan Terus mengucur seiring berjalannya waktu aku ingin semua tahu rasanya kehilangan kepedihan yang sangat mendalam tak usah takut dia tetap melihatmu tersenyum saat kamu tersenyum menangis saat kamu menangis dia ada di hatimu menemanimu percayalah dandani hatimu milikilah sebuah visi dan misi tak usah muluk-muluk sulit namun kamu harus belajar tanamkanlah "BANGGAKANLAH DIA" Kamu tahu dosa kamu tahu pahala kamu sudah dewasa kamu tahu kamu sudah tahu apa yang harus kamu lakukan hidup masih luas hidupmu masih 10% jadikan itu sebagai bara api sebagai semangat sebagai kemauan untuk maju untuk apa ? kembali ke kata tadi "BANGGAKANLAH DIA" 1 lagi teman teman, aku, ada untuk kamu kau bisa jadikan aku sebagai pengganti sebagai jalan sebagai tumpuan untuk menuju kesuksesan kembali ke kata tadi "BANGGAKANLAH DIA" Ini bukan karya boy, girl ini renungan apalah air mata tak ada guna semua itu...
"Apa yang selalu bisa kita lakukan adalah memperluas wilayah kewarasan sedikit demi sedikit, dari individu ke individu, generasi ke generasi." -1984