Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

Sejenak Menjadi Orang Paling Bahagia

sirene ambulans tanpa pasien meraung-raung mobil-mobil plat merah dan hijau mau tidak mau harus merendahkan harga dirinya beberapa kali aku merasa seperti pahlawan setelah terpaksa kuhentikan kendaraanku dan kupersilakan kendaraan lain lewat pertanyaan kulontarkan sebelum menguap bersama umpatan dan bising klakson mengapa di jalanan orang-orang mempertontonkan kuasa dan kebebasannya meyakini keputusan-keputusannya memperjuangkan hak-haknya tapi sepulangnya kembali menangis pasrah menerima nasib? kecemasan dan penderitaan kegagalan kehidupan hasrat yang sia-sia sejenak aku menjadi orang paling bahagia di tengah kemacetan jalan raya tak ada yang harus diharapkan sampai aku tak ingat untuk melihat jam tangan dan mungkin, aku punya lebih banyak waktu untuk memahami mereka *** Surabaya, 30 November 2017 Untuk adik-adikku Teater Rumpun Padi

Mendefinisikan Ketulusan

katamu, orang-orang memberi sambil berharap mendapatkan lebih banyak mengecup kening sambil mengingat kesalahan-kesalahan pasangannya menuntut balas dan mengancam setelah membesarkan anak-anaknya sakit keras karena kecewa giat beribadah dan sering bicara tentang neraka suka memuji sambil memuja diri sendiri mendongeng tentang balas dendam mencari kata impas dalam kamus bahasa indonesia aku lupa apa saja yang kau ceritakan malam itu garis lingkaran selalu kembali pada titik berangkat merpati selalu tahu kemana ia harus pulang tapi perpisahan dan rasa sakit tidak merencanakan itu tubuh ini terus berjalan tanpa menoleh ke belakang sendiri menuju keramaian berbagi makna ketulusan mengutuki waktu yang tak pernah merasa bersalah ah, aku ingin segera bertemu denganmu membahas masa kecil dan hal-hal baru *** MH, Surabaya, 22 November 2017 Untuk adik-adikku Teater Rumpun Padi