Mohon maaf aku masih sering bangun kesiangan karena malam sebelumnya onani masih tertawa-tawa menghina diri sendiri masih tenggelam dalam maya, tidur kehabisan tenaga dalam nyata menghafalkan buku pelajaran dan lagu cinta mencari jati diri lewat layar kecil 14 inci di rumah-rumah semi permanen kolong jalan tol mereka masih tetap tersenyum bahagia, penuh harap, dan memupuk doa menyaksikan iklan sirup dan teh hangat matahari naik besok, mereka puasa dan digusur petugas yang membentak-bentak itu sama miskinnya sementara di atas gedung pahala dan keuangan mengalir sama derasnya
"Apa yang selalu bisa kita lakukan adalah memperluas wilayah kewarasan sedikit demi sedikit, dari individu ke individu, generasi ke generasi." -1984