Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2016

Penyair Zaman

Aku ingin jadi penyair aku tanya pada guru bahasa indonesia yang aku senangi karena bicaranya sedikit, tapi banyak ilmunya katanya, jika aku ingin menuliskan aku harus pandai menyaksikan kemudian aku menyaksikan mereka yang muda amat praktis menangis pada televisi dan layar raksasa ketika seorang tua tersenyum bahagia setelah memberi separuh makanannya pada anak kucing yang kurus kering aku menyaksikan doa dan gelak tawa bergantian suaranya dari keluarga berjumlah sembilan yang sedang berbagi mi instan ketika keluarga lain terus menumpuk makanan sampai busuk terus bicara sampai berbusa tentang putra putri mereka harus jadi apa